kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kantongi Rp 5,5 Triliun dari BCA, EDGE DC Rebranding Jadi Digital Edge Indonesia


Rabu, 10 Desember 2025 / 16:51 WIB
Diperbarui Kamis, 11 Desember 2025 / 10:25 WIB
Kantongi Rp 5,5 Triliun dari BCA, EDGE DC Rebranding Jadi Digital Edge Indonesia
ILUSTRASI. Proyek data center EDGE2 yang dikembangkan PT Ekagrata Data Gemilang (EDGE DC), anak usaha penyedia layanan jaringan PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet di Jakarta.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. EDGE DC, salah satu penyedia pusat data, bagian dari platform Digital Edge rebranding menjadi Digital Edge Indonesia. Langkah strategis ini memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem Digital Edge di Asia Pasifik. 

CEO Digital Edge, John Freeman, menyampaikan identitas baru ini menegaskan posisi Digital Edge Indonesia sebagai pemimpin infrastruktur digital yang siap menghadapi masa depan. 

“Dengan integrasi penuh ke dalam jaringan regional yang menerapkan standar global di bidang teknik, operasional, dan layanan,” ungkap John, Rabu (10/12/2025). 

Baca Juga: EdgeNext Gandeng Indointernet (EDGE), Luncurkan Layanan Edge Cloud ke Pasar Indonesia

Sejak berdiri pada 2018 sebagai EDGE DC, perusahaan telah membangun reputasi kuat dalam hal kecepatan, keandalan, dan keunggulan operasional. 

Digital Edge Indonesia melayani berbagai sektor, termasuk cloud, layanan keuangan, hyperscale, enterprise, dan jaringan. 

Dia menegaskan, dengan dua fasilitas utama yang dimiliki yaitu EDGE1 dan EDGE2, Digital Edge Indonesia kini memiliki kapasitas gabungan 29MW dan menjadikannya operator pusat data terbesar di pusat kota Jakarta. 

“Kehadiran ini turut mendukung percepatan adopsi cloud dan transformasi digital nasional,” tegasnya. 

Digital Edge Indonesia juga baru saja memperoleh pendanaan sebesar US$ 325 juta sekitar Rp 5,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Dana ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur digital baru di Jakarta, refinancing fasilitas yang ada, serta penyelesaian pembangunan EDGE2. 

Investasi ini mencerminkan komitmen Digital Edge terhadap Indonesia sebagai salah satu pasar pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

“Rebranding ini memperkuat identitas regional kami dan memastikan kemampuan untuk berkembang dengan standar operasional kelas dunia seiring meningkatnya permintaan infrastruktur digital,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×