Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 3.030 penerbangan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026. Meski demikian, Kemenhub memastikan tidak ada bandara yang ditutup akibat karhutla, dengan operasional penerbangan menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, penyesuaian jadwal dilakukan agar penerbangan tetap dapat berjalan ketika kondisi cuaca memungkinkan.
“Jadi tidak ada bandara yang ditutup ya. Tidak ada bandara yang ditutup,” kata Lukman di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Baca Juga: Penjualan ERAL Melonjak 44,71%, Laba Bersih Tembus Rp 193,83 Miliar
Salah satu penyesuaian terjadi di Bandara Pontianak. Penerbangan yang sebelumnya dapat dilayani pada siang hari dialihkan ke malam hari ketika kondisi cuaca lebih mendukung.
“Seperti di Pontianak yang tadinya siang bisa dimanfaatkan untuk penerbangan, akhirnya pindah pada saat cuaca cerah di malam hari. Itu tetap ada penerbangan,” ujar Lukman.
Kemenhub mencatat, pada periode 18–25 Oktober 2026 terdapat 78 bandara yang terdampak karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 bandara berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Bandar Udara atau Unit Pelaksana Teknis Daerah, tujuh bandara dikelola Angkasa Pura, dan satu bandara merupakan bandara swasta.
Secara kumulatif, gangguan karhutla sejak 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026 berdampak pada 154 rute penerbangan. Sekitar 1.700 penerbangan di antaranya dibatalkan.
Gangguan paling besar terjadi pada rute menuju Pontianak, Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. Sementara itu, penerbangan perintis yang terdampak mencapai 617 penerbangan, terutama di wilayah Papua, Kalimantan, dan Maluku.
Di sisi lain, Kemenhub menyebut dampak karhutla terhadap penerbangan di Papua mulai berkurang. Jumlah bandara terdampak di wilayah tersebut turun dari 12 menjadi tujuh bandara seiring membaiknya kondisi cuaca.
“Yang jelas kalau area-area yang saat ini kan mulai berkurang kayak Papua yang tadinya 12 bandara sekarang tinggal 7 gitu kan. Makin berkurang (bandara terdampak) sih, benar-benar musim hujan juga sudah bisa ada dan penerbangan bisa lebih lancar,” kata Lukman.
Baca Juga: Pemerintah Kurangi Pasokan Gas ke Singapura, Kepastian Pasokan Domestik Disorot
Untuk mendukung penanganan karhutla, Kemenhub juga telah menerbitkan seluruh izin yang diperlukan bagi pengoperasian 42 unit helikopter. Selain itu, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE MHB 4 Tahun 2026 tentang peningkatan kewaspadaan sarana dan prasarana transportasi terhadap bahaya kebakaran hutan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara turut menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 19 Tahun 2026 mengenai mitigasi risiko dampak kebakaran hutan terhadap operasional penerbangan. Ketentuan tersebut telah disampaikan kepada operator penerbangan, pengelola bandara, badan usaha angkutan udara domestik dan internasional, serta pengelola bandara swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














