kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Kata pebisnis mengenai rencana kelanjutan DMO batubara tahun depan


Rabu, 20 November 2019 / 21:53 WIB
ILUSTRASI. Foto udara tempat penumpukan sementara batu bara yang dilakukan secara terbuka di tepi Sungai Batanghari, Muarojambi, Jambi, Rabu (20/11/2019). Warga setempat mengeluhkan terpaan debu akibat aktivitas penumpukan batu bara yang dilakukan secara terbuka di


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

Lain halnya dengan PT Indika Energy Tbk (INDY) Head Of Corporate Communication INDY Leonardus Herwindo menilai, besaran DMO 25% dan patokan harga masih ada di level yang wajar. Leonardus pun mengklaim bahwa pihaknya tidak merasa kesulitan dalam memenuhi wajib DMO 25%.

Baca Juga: Insentif Fiskal Gasifikasi Batubara

Bahkan, Leonardus bilang hingga saat ini realisasi DMO INDY sudah di atas 25%. "Sejauh ini masih bisa dikatakan wajar sih. Keputusan pemerintah tentunya didasari oleh pemenuhan kebutuhan kelistrikan untuk rakyat. Untuk itu, kami mendukung upaya dan kebijakan pemerintah tersebut," kata Leonardus.

Senada dengan itu, Direktur PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) Agoes Soegiarto juga merasa tak keberatan jika pada tahun depan DMO ditetapkan 25%. Sebab, hal itu sejalan dengan rencana KKGI yang ingin meningkatkan produksi dan memperbesar porsi penjualan domestik.

"Untuk kami sudah sesuai, kami menargetkan kenaikan produksi dan porsi pasar domestik yang meningkat di tahun depan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×