kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kawasan industri Marowali diresmikan April 2015


Rabu, 24 Desember 2014 / 15:06 WIB
Kawasan industri Marowali diresmikan April 2015
ILUSTRASI. Cara Backup Chat WhatsApp Berkala via Google Drive untuk Pemula


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah yakin bisa menyelesaikan pembangunan sejumlah kawasan industri dengan segera. Awal bulan lalu, pemerintah bahkan sudah melakukan groundbreaking salah kawasan industri Marowali Tsingshan di Bahodopi, Sulawesi Tengah.

Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, kawasan industri tersebut akan diresmikan pada April 2015. "Saya sudah bilang ke Presiden Joko Widodo, dan akan diresmikan beliau," ujar Saleh, Rabu (24/12) di kantor presiden, Jakarta.

Saat ini sejumlah fasilitas di kawasan industri Marowali sudah dalam tahap akhir penyelesaian. Termasuk diantaranya pembangunan dua tungku smelter, yang dibangun oleh produsen Nikel PT Sulawesi Mining Investment. Saleh juga bilang nilai investasi kawasan industri Marowali ini mencapai US$ 4,2 miliar. Investor yang terlibat dalam pembangunanya berasal dari China dan beberapa investor nasional.

Saleh berjanji, beberapa kawasan industri lainnya juga akan segera diselesaikan. Beberapa diantaranya seperti kawasan industri di Bantaeng, dan Seimangkei. 

Pemerintahan Jokowi rencananya akan membangun 13 kawasan industri dalam lima tahun mendatang, termasuk kawasan industri Marowali, Bantaeng dan Seimangkei.

Beberapa kawasan industri lainnya itu diantaranya; Teluk Bintuni di Papua Barat, Kawasan Industri Halmahera Timur di Maluku Utara, Kawasan Ekonomi Khusus Bitung di Sulawesi Utara, Kawasan Ekonomi Khusus Palu dan KIMT di Sulawesi Tengah, Kawasan Industri Konawe di Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Batulicin di Kalimantan Selatan, Kawasan Industri Ketapang dan Landak di Kalimantan Barat, Kawasan Industri Kuala Tanjung di Sumatera Utara, dan juga Kawasan Industri Tanggamus di Lampung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×