kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Kebut Ekspansi Data Center, Digital Edge Targetkan CGK1 Beroperasi Kuartal IV-2026


Selasa, 09 Juni 2026 / 17:53 WIB
Kebut Ekspansi Data Center, Digital Edge Targetkan CGK1 Beroperasi Kuartal IV-2026
ILUSTRASI. Kebut Ekspansi Kampus Data Center, Digital Edge Targetkan CGK1 Beroperasi Kuartal IV-2026 (Dok/Digital Edge )


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Digital Edge mengumumkan dua pencapaian penting di kampus data center CGK, yaitu penyelesaian struktur (topping out) gedung pertama, CGK1 serta penandatanganan perjanjian baru dengan PT PLN (Persero) untuk meningkatkan pasokan listrik yang telah diamankan menjadi 1,45 GW bagi kampus tersebut. 

Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia, menyatakan pencapaian ini semakin mempertegas kemampuan Kampus CGK dalam mendukung pertumbuhan pesat kebutuhan infrastruktur hyperscale dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. 

“Ini merupakan komitmen daya terbesar yang pernah diamankan untuk satu kampus pusat data di Indonesia,” ungkap Stephanus, dalam siaran pers, Senin (8/6/2026). 

Baca Juga: Digital Edge Raih Green Financing US$665 Juta untuk Proyek Data Center CGK

Ia menuturkan, perjanjian pasokan listrik tersebut disusun dalam skema 2 x 725 MVA melalui dua jalur suplai independen. Peningkatan ini dirancang untuk menghadirkan arsitektur kelistrikan dual-feed yang andal guna menunjang beban kerja mission-critical, termasuk AI dan komputasi awan.

CGK1 dijadwalkan siap beroperasi pada kuartal IV-2026, diikuti gedung kedua dan ketiga masing-masing pada kuartal pertama dan kuartal kedua 2027. 

“Dengan pasokan daya yang sepenuhnya terjamin untuk seluruh kawasan Kampus CGK, kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam memastikan Indonesia memiliki fondasi kelistrikan berskala besar yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional,” paparnya. 

Seiring dengan percepatan adopsi AI, ketersediaan kapasitas listrik yang besar, stabil, dan dapat diandalkan sejak awal menjadi faktor krusial dalam pengembangan pusat data yang skalabel dan berkinerja tinggi. 

Baca Juga: Kantongi Rp 5,5 Triliun dari BCA, EDGE DC Rebranding Jadi Digital Edge Indonesia

Dengan total investasi sebesar US$4,5 miliar, CGK Campus dibangun khusus untuk beban kerja AI dan komputasi intensif data, dengan infrastruktur yang tangguh dan efisien secara energi. 

“Fasilitas ini dirancang untuk menargetkan annualized PUE terdepan di industri sebesar 1,25, meraih sertifikasi LEED, mengintegrasikan sistem daur ulang air dan energi terbarukan, serta menerapkan teknologi pendinginan cair untuk mendukung workload AI,” jelasnya. 

CGK Campus berlokasi strategis kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data besar lainnya di kawasan Cikarang, dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di pusat kota Jakarta.

Kampus ini akan ditopang oleh jaringan serat optik dan aset telekomunikasi Indonet, anak perusahaan telekomunikasi milik penuh Digital Edge di Indonesia, termasuk jalur serat optik baru yang dibangun 100% di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan secara signifikan. 

Baca Juga: Digital Edge Bangun Pusat Data Hyperscale 500MW di Bekasi, Investasi US$ 4,5 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×