kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kebutuhan Domestik Tinggi, Impor Kedelai Berpotensi Melesat pada 2025


Selasa, 03 Desember 2024 / 20:22 WIB
Kebutuhan Domestik Tinggi, Impor Kedelai Berpotensi Melesat pada 2025
ILUSTRASI. Pekerja menyiapkan kedelai untuk memproduksi tahu di Desa Giriharja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (16/7/2024). Sebagian besar kedelai yang diimpor Indonesia menyasar ke industri pengolahan makanan seperti tempe dan tahu.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Gakoptindo pun tidak menutup kemungkinan impor kedelai oleh Indonesia akan terus meningkat pada 2025. Terlebih lagi jika program makan bergizi gratis mulai bergulir. Tempe dan tahu pun berpotensi jadi menu dalam program tersebut, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kebutuhan kedelai.

Di sisi lain, Gakoptindo menilai jalan Indonesia untuk mencapai swasembada kedelai masih cukup jauh.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah para petani cenderung kurang menyukai menanam kedelai lantaran potensi keuntungannya tidak sebesar menanam padi. Padahal, masa produksi kedelai dan padi dari penanaman hingga panen relatif sama yakni sekitar tiga bulan.

Baca Juga: Gapmmi: Pelemahan Rupiah Berdampak Pada Kenaikan Produksi Sebesar 3%

"Kalau menanam kedelai satu hektare, petani bisa panen sekitar dua ton. Tapi kalau tanam padi satu hektare, mereka bisa panen hingga enam ton, sehingga lebih produktif dan potensi untungnya lebih besar," ungkap Aip.

Tak heran, sentra produksi kedelai di Indonesia cenderung terbatas yakni di wilayah Kalimantan Tengah dan Papua. Kondisi ini agak disayangkan Gakoptindo yang mengklaim kedelai lokal sebenarnya punya kualitas dan cita rasa yang lebih baik dari kedelai impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×