kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kehadiran Posco kurangi defisit neraca perdagangan


Selasa, 13 Agustus 2013 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Kemenkes memaparkan indikator transisi pandemi Covid-19 menuju endemi.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Perusahaan baja Pohang Iron Steel and Company (Posco) dipastikan akan mendirikan pabrik pada akhir tahun ini di Indonesia.

Kementerian Perdagangan pun optimistis, kehadiran perusahaan asal Korea Selatan tersebut mampu mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia ke depan.

Seperti kita tahu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia masih defisit pada semester I tahun 2013. Dalam periode Januari-Juni 2013 defisit sebesar US$ 3,31 miliar.

Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan mengungkapkan, di Indonesia Posco akan memproduksi 3 juta ton baja per tahunnya. Dia bilang, pabrik tersebut akan dibuka pada 23 Desember mendatang.

"Dengan produksi 3 juta ton pada 2014-2015, mereka menghasilkan surplus neraca perdagangan US$ 1,5 miliar per tahun," ungkap Gita di kantornya, Selasa (13/8).

Gita yakin, dengan hal tersebut karena pembukaan pabrik baja Posco di Indonesia memang untuk pasar ekspor lantaran pasar Indonesia belum dapat menyerap baja dengan jumlah tersebut.

Dia juga berharap investasi yang masuk ke Indonesia dapat membawa efek positif seperti cerita Posco di atas. "Kalau Posco dan pabrik-pabrik lain diresmikan akan bantu mengkalibrasi neraca perdagangan," ujar Gita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×