kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.970   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kemdag klaim kenaikan HPP gula untungkan petani


Senin, 25 Mei 2015 / 16:40 WIB
ILUSTRASI. Petugas melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan armada Bluebird di Pool Bluebird, Mampang, Jakarta, Senin (4/1). KONTAN/BAihaki/4/1/2021


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Keputusan Pemerintah menaikkan Harga Patokan Petani (HPP) gula pada tahun 2015 menjadi Rp 8.900 per kilogram (kg) dinilai menguntungkan petani. Padahal kenaikan tersebut hanya naik tipis dari HPP tahun lalu sebesar Rp 8.500 per kg.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan keputusan menaikkan HPP gula sebesar Rp 8900 per kilogram (kg) sudah sesuai dengan kajiannyang dilakukan Kemdag. Srie mengklaim HPP sebesar itu masih memberikan keuntungan sebesar Rp 500 per kg kepada petani. "Jadi petani masih untung," ujar Srie, Senin (25/5).

Ia mengatakan Kemdag juga tidak hanya memperhatikan kepentingan petani, melainkan juga kepentingan konsumen agar harga gula tidak terlalu mahal. Ia mengakui keputusan Kemdag tersebut jauh dibawah rekomendasi Kementerian Pertanian yang meminta harga gula di atas Rp 9.500 per kg.

Kemdag menilai protes petani terhadap kenaikan HPP yang tipis sesuatu yang wajar. Namun, pemerintah juga menginginkan agar harga gula di pasaran tidak terlalu mahal apalagi menjelang lebaran tahun ini. Kemdag juga dapat memahami protes para petani tebu yang menilai kenaikan tersebut kebijakan yang tidak pro pada petani lokal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×