kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bea keluar biji kakao dipangkas jadi 5%


Kamis, 01 Desember 2016 / 17:12 WIB
Bea keluar biji kakao dipangkas jadi 5%


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Untuk pertama kalinya sejak Februari 2014, Kementerian Perdagangan (Kemdag) menurunkan bea keluar (BK) biji kakao menjadi sebesar 5%.

Penurunan bea keluar kakao ini didasarkan pada harga referensi kakao per Desember 2016 yang kembali turun menjadi US$ 2.574,60 per metrik ton dari bulan sebelumnya US$ 2.772,60 per metrik ton. Harga referensi kakao ini turun sebesar US$ 198 atau 7,41%.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemdag Dody Edward mengatakan, penurunan harga referensi kakao pada Desember ini berdampak pada penurunan BK kakao menjadi 5% dari selama ini rata-rata 10%.

"Penurunan harga referensi dan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao karena menurunnya harga internasional komoditas tersebut," ujarnya, Kamis (1/12).

Selama ini, Kemdag menetapkan BK biji kakao berdasarkan harga referensi internasional. Bila harga referensi kakao di atas US$ 2.750 per metrik ton hingga US$ 3.500 per metrik, maka BK biji kakao menjadi 10% dan bila di atas US$ 3.500 per metrik ton, BK menjadi 15%. Tapi, bila harga referensi biji kakao di bawah US$ 2.750 per metrik ton, maka BK 5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×