kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemen-BUMN: Wisma atlet dibagi menjadi tiga zona


Selasa, 24 Maret 2020 / 11:09 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyampaikan keterangan pers terkait penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (24/3/2020).


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, Wisma Atlet Kemayoran yang saat ini dialihfungsikan sementara menjadi Rumah Sakit (RS) Darurat untuk penanganan Covid-19 akan dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau, zona kuning, dan zona merah.

"Zona hijau adalah zona yang memang boleh dimasuki publik, seperti wartawan boleh masuk ke zona ini," ujar Arya dalam telekonferensi online, Selasa (24/3).

Kemudian, zona kuning disiapkan untuk menampung tenaga medis dan nonmedis agar bisa tinggal di sana. Nantinya, tenaga nonmedis ini akan membantu untuk menyediakan dan mengganti berbagai kebutuhan rumah sakit, seperti kasur, selimut dan lain-lain.

Adapun yang akan menangani kebutuhan nonmedis di Wisma Atlet ini adalah PT Hotel Indonesia Natour (HIN) milik BUMN.

Baca Juga: Kakak Erick Thohir sumbang Rp 20 miliar untuk penanggulangan corona ke BNPB

Terakhir, zona merah yang dikhususkan bagi para pasien terinfeksi Covid-19. Arya menjelaskan, nantinya yang boleh memasuki zona merah ini hanyalah petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Lebih lanjut, pada tahap pertama pembukaannya, RS Darurat ini bisa menampung sampai dengan 1500 pasien.

"Untuk tahap selanjutnya akan dilakukan penambahan di tower berikutnya. Mudah-mudahan ada 3000 kamar untuk pasien Corona, sehingga bisa menampung pasien-pasien yang memang dikhususkan masuk RS," kata Arya.

Arya menjelaskan, proses pengadaan RS ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 4 hari saja.

Namun demikian, BUMN memastikan seluruh layanan yang diperlukan, seperti ruang lab, ICU, ruangan dengan tekanan negatif, dan alat-alat tes sudah dipastikan layak dan bisa digunakan sebagaimana standar pada umumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×