kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Kemenangan Ormat Atas WKP Panas Bumi di Halmahera Sulit Dicabut, Ini Alasannya


Rabu, 18 Februari 2026 / 18:43 WIB
Kemenangan Ormat Atas WKP Panas Bumi di Halmahera Sulit Dicabut, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Garap Proyek PLTP Ulubelu dan Lahendong, PLN IP dan PGEO Bentuk Konsorsium (Dok/PT PLN Indonesia Power)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyebut pencabutan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara akan sulit dilakukan.

Secara teknis menurut Fabby, dalam proses bidding dalam WK Panas Bumi, tidak ada ketentuan perushaan dari negara tertentu dilarang untuk ikut ambil bagian.

"Berdasarkan hasil bidding kan diputuskan Ormat yang menang. Kita harus melihat soal teknis, tidak ada persayaratan yang mewajibkan, misalnya perusahaan yang terafiliasi dengan Israel tidak boleh ikut," ungkap Fabby kepada Kontan, Rabu (18/02/2026).

Persyaratan dalam proses lelang tambah dia akan bersifat teknis dan komersial. Siapa pun perusahaan yang dapat mengembangkan WKP dan dapat menawarkan dengan harga terbaik berpotensi besar untuk menang.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tetapkan Ormat Geothermal Pemenang WK Panas Bumi di Halmahera

"Kalau dilihat, keputusan itu dalam konteks tender ya keputusan sahih, karena kita bicara soal keputusannya. Karena sejak awal tidak ada pembatasan yang menawar itu hanya untuk investor yang tidak berafiliasi dengan Israel," ungkap Fabby.

"Tapi jangan dalam konteks investasi dibatalkan karena Ormat Israel karena bisa digugat juga. Karena dari mulai bidding sudah mengeluarkan biaya," tambahnya.  

Adapun, penawaran secara teknologi juga harus dipertimbangkan dalam kemenangan Ormat. Fabby bilang Ormat menggunakan teknologi Organic Rankine Cycle (ORC) dalam mengembangkan proyek PLTP mereka.

Untuk diketahui, ORC dianggap lebih ramah lingkungan karena mampu mengubah waste heat (panas buangan) dari proses industri atau mesin yang biasanya terbuang menjadi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

"Ini lebih efisien dan rendah emisi dibandingkan dengan teknologi Flash Steam," kata Fabby.

Dibanding Soal Afiliasi Israel, Terdapat Potensi Kerusakan Lingkungan Halmahera

Menurut Fabby, dibanding mencabut Ormat sebagai pemenang dengan alasan terafiliasi dengan Israel, alasan yang penting dipertimbangkan adalah potensi kerusakan akibat PLTP di kawasan Telaga Ranu.

Baca Juga: Barito Renewables (BREN) Temukan Potensi Panas Bumi 60 MW di Halmahera Utara

"Keputusannya tetap di Pemerintah, apakah ingin memastikan integritas lingkungan atau tidak. Di sana aturan-aturannya harus diperketat, dengan membentuk safeguard untuk panas bumi," ungkapnya.

IESR kata Fabby, tidak menampik bahwa pengembangan PLTP memiliki resiko lingkungan , misalnya berkaitan dengan keluarnya gas (H2S) Hidrogen Sulfida, hingga aktivitas seismik yang ditakutkan banyak masyarakat disekitar proyek.

"Tapi, secara teknologi bisa diatasi, bisa ditekan. Yang saya kira yang harus dipertimbangkan justru Telaga Ranu ini  adalah ancaman terhadap eksoistemnya, karena masuk dalam kawasan hutan dengan tingkat keanekaragaman tinggi," jelasnya.

"Jadi menurut saya yang lebih penting dan harus dipertanyakan adalah adanya project itu di kawasan Telaga Ranu ini," tutupnya. 

Baca Juga: Antam Targetkan Konstruksi Smelter Nikel RKEF Halmahera Timur Mulai September 2025

Selanjutnya: Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Skema Bayar Utang Whoosh

Menarik Dibaca: Provinsi Ini Hujan Amat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (19/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×