kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kemendag belum rela ekspor kayu log dibuka


Selasa, 22 April 2014 / 16:08 WIB
Kemendag belum rela ekspor kayu log dibuka
ILUSTRASI. Setelah 4 Tahun Selalu Rugi, FREN Bukukan Kinerja Mentereng di Atas Rata-Rata Industri, Hingga Targetkan 100 Juta Pelanggan. ANTARA /FOTO/Audy Alwi/hp.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum rela bila ekspor kayu log dibuka. Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, dengan pelarangan ekspor kayu log yang berlaku saat ini akan lebih mendorong hilirisasi dan nilai tambah terhadap produk kayu.

Bayu bilang, selama ini kebijakan ekspor kayu log mengalami pasang surut. Meski tidak merinci namun dalam sejarahnya Bayu bilang Indonesia pernah membebaskan ekspor kayu log, namun kemudian di tutup kembali. "Kita punya banyak pengalamannya buruk (ekspor kayu log). Prinsipnya adalah kita mengedepankan nilai tambah," kata Bayu, Selasa (22/4).

Mengutip data Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun lalu ekspor produk kayu Indonesia mencapai US$ 10 miliar. Perinciannya, sebanyak US$ 4 miliar disumbang dari ekspor kertas, US$ 2 miliar dari ekspor kayu lapis, US$ 1,5 miliar dari pulp atau bubur kertas. Sedangkan sisanya dari mebel dan furnitur.

Pasar ekspor produk kayu asal Indonesia cukup beragam. Setidaknya tahun lalu ekspor produk kayu ke Jepang mencapai US$ 2 miliar, China US$ 1,5 miliar, Amerika Serikat (AS) dan Eropa masing-masing US$ US$ 1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×