Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan keamanan distribusi barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Ramadan tahun ini tergolong cukup dan terkendali.
“Namun, terkait dengan distribusi, yang perlu menjadi perhatian adalah faktor cuaca,” ujar Iqbal di Kantor Kemendag Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Kebijakan Trump Dinilai Tak Ganggu Proyek Bisnis Penangkapan Karbon di Indonesia
Iqbal menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca pada Februari dan Maret 2026 perlu diwaspadai. Terutama, untuk distribusi ke wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Papua.
Untuk menyiasati risiko tersebut, pemerintah bersama seluruh distributor, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan Perum Bulog dan ID Food bersepakat melancarkan distribusi bapok sejak saat ini.
“Sehingga, manakala sudah memasuki musim penghujan di bulan Februari dan Maret, bapok itu sudah sampai di tempat,” tutur Iqbal.
Lebih lanjut, Kemendag juga disebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperkuat layanan pelabuhan dan ketersediaan kontainer.
Terkait harga bahan pokok, Iqbal tak memungkiri harga yang masih relatif tertinggi pada komoditas seperti bawang putih. Kenaikan harga terjadi seiring keterbatasan pasokan. Namun, Iqbal bilang bawang putih yang diimpor ditargetkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok setidaknya pada awal Februari 2026.
“Untuk bawang putih, perizinan impor (PI)-nya telah diterbitkan semua. Jadi, seharusnya bawang putih yang diimpor sudah mendarat dalam minggu-minggu ini,” kata dia.
Baca Juga: Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon
Lebih lanjut, Iqbal turut menyoroti harga minyak goreng rakyat Minyakita yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter. Menurut Iqbal, meskipun masih di atas HET, harga rata-rata nasional Minyakita saat ini sudah turun ke level Rp 16.500 per liter, dari Rp 16.800 per liter pada minggu lalu.
“Kami harapkan, kalau sudah optimal, di akhir bulan ini bisa mencapai HET yang telah kami sepakati bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, bapok minyak goreng yang dijual di pasaran diklasifikasikan menjadi tiga kategori. Yakni merek premium, second brand, dan minyak goreng rakyat Minyakita.
“Minyakita hanya diperuntukkan untuk rumah tangga menengah ke bawah serta pelaku usaha kuliner yang berskala mikro,” imbuh Iqbal.
Selanjutnya: Bos BCA Digital Buka Suara Soal Rumor IPO blu by BCA
Menarik Dibaca: Kebutuhan Ramadan Aman! Indomaret Banjir Diskon Sirup dan Biskuit sampai 4 Februari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













