kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Kemenperin: Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Dibahas, Belum Diputuskan


Kamis, 05 Februari 2026 / 16:56 WIB
Kemenperin: Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Dibahas, Belum Diputuskan
ILUSTRASI. Kemenperin tegaskan insentif mobil listrik 2026 masih dibahas. Jangan sampai salah langkah, pahami dampaknya sebelum beli! (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa kebijakan insentif mobil listrik untuk tahun 2026 masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan secara final oleh pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, di sela Opening Ceremony Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

“(Insentif mobil listrik 2026) masih dalam pembahasan. Mudah-mudahan segera (diputuskan),” ujar Setia.

Baca Juga: Diskon Mobil Listrik Februari 2026, Ioniq 5 hingga Wuling Beri Potongan Rp 60 Juta

Pernyataan ini muncul di tengah perhatian pelaku industri otomotif terhadap keberlanjutan stimulus kendaraan listrik, terutama setelah pemerintah lebih dulu menetapkan kebijakan terkait insentif motor listrik untuk tahun berjalan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif untuk motor listrik pada 2026. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal negara serta efektivitas manfaat kebijakan bagi perekonomian nasional.

Baca Juga: Deretan Mobil Baru Siap Ramaikan IIMS 2026, dari Hybrid hingga SUV Listrik

“Pertimbangannya, kita memahami kekuatan fiskal seperti apa. Cost and benefit mana yang paling tinggi, yang lebih bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan,” ujar Agus di Bandung, Kamis (29/1/2026) lalu.

Meski demikian, Agus menegaskan pemerintah tetap membuka peluang evaluasi di masa mendatang. Opsi pemberian insentif motor listrik pada 2027 masih dimungkinkan, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi fiskal dan dinamika industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×