kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Menko Ekonomi: Tidak Ada Insentif Mobil Listrik Lagi di 2026


Sabtu, 29 November 2025 / 15:05 WIB
Menko Ekonomi: Tidak Ada Insentif Mobil Listrik Lagi di 2026
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, tahun depan tidak ada insentif kendaraan listrik.


Sumber: Kompas.com | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Insentif insentif mobil listrik berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dipastikan akan berakhir pada akhir tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, tahun depan tidak ada insentif kendaraan listrik. Selama dua tahun pemberian insentif dari pemerintah, Airlangga melihat, sudah ada hasilnya. 

Beberapa mobil listrik yang dijual di Indonesia dirakit juga di tanah air. "Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik. Hasilnya sudah nyata, hampir semuanya (kendaraan listrik) sudah di CKD-kan di Indonesia," kata Airlangga kepada Kompas.com di GJAW 2025, Sabtu (28/11/2025). 

Baca Juga: Hyundai Tawarkan Mobil Listrik untuk Proyek Mobil Nasional Indonesia

Selain itu, Airlangga melihat, sudah banyak kendaraan listrik terutama mobil listrik yang harganya di bawah Rp 300 juta. Menurutnya, di harga tersebut tidak perlu lagi ada insentif. 

"Kalau kita lihat harganya tahun ini relatif yang di bawah Rp 300 juta sudah banyak. Pemerintah sudah memberikan insentif dua tahun itu Rp 7 Triliun," kata Airlangga. 

Airlangga meneruskan permintaan Presiden RI Prabowo Subianto agar insentif lebih baik untuk kebutuhan pembangunan pabrik saja. "Sekarang pak presiden ingin membangun pabrik. Mungkin dana itu (insentif) bisa dialihkan untuk membangun pabrik nasional," kata Airlangga. 

Jika tahun depan tidak ada insentif untuk kendaraan listrik, efeknya bisa pada kenaikan harga mobil listrik. Selain itu bisa juga membuat dorongan konsumen untuk membeli tahun ini supaya masih dapat insentif.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik RI Melonjak 243% pada Oktober 2025, Siapa Jawaranya?

Penulis: Muhammad Fathan Radityasani
Editor: Aditya Maulana

Sumber: https://otomotif.kompas.com/read/2025/11/29/144200015/menko-airlangga--tahun-depan-tidak-ada-insentif-mobil-listrik-fokus-bangun.

Selanjutnya: Live Streaming Man City vs Leeds, Prediksi & Jadwal Liga Inggris 2025-2026

Menarik Dibaca: Stranger Things dan 5 Serial Populer tentang Alien Ini Ada di Netflix

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×