kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.714   46,00   0,26%
  • IDX 6.051   -44,17   -0,72%
  • KOMPAS100 796   -8,78   -1,09%
  • LQ45 610   -6,73   -1,09%
  • ISSI 213   -1,10   -0,51%
  • IDX30 348   -3,70   -1,05%
  • IDXHIDIV20 434   -4,79   -1,09%
  • IDX80 92   -1,02   -1,10%
  • IDXV30 120   -0,93   -0,77%
  • IDXQ30 114   -1,57   -1,36%

Kementan: Imbas virus corona, ekspor-impor komoditas mengalami penurunan drastis


Senin, 17 Februari 2020 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan sambutan pada acara Peluncuran Teknologi Smartframing Gerakan Menyonsong Pertanian 4.0 BNI di desa Wonorejo, Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020). Smartfarming BNI merupakan teknologi berbas


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

Sama seperti apel, impor untuk jeruk mandarin juga mengalami penurunan 100%, dari 1.484 juta ton pada Januari 2020, tetapi pada Februari 2020 juga tidak ada ekspor yang tercatat.

Secara total, volume impor untuk bawang putih dan buah-buahan pada Januari 2020 tercatat sebanyak 69.212 juta ton. Namun, volume tersebut mengalami penurunan sebanyak 70.87% menjadi 20.161 juta ton pada Februari 2020.

Baca Juga: Jokowi minta persiapan Indonesia dalam pameran ekonomi di luar negeri

"Pada sisi lain Indonesia memiliki ketergantungan impor bawang putih dari China juga perlu antisipasi yang baik. Kementan juga telah mengantisipasi dan mencari alternatif importasi bawang putih, selain mendorong produksi dalam negeri," kata Syahrul.

Secara rinci, alternatif negara pemasok impor bawang putih adalah India, Mesir, Korea Selatan, dan Bangladesh. Selanjutnya, alternatif negara pemasok impor tembakau adalah AS, Brasil, India, Zimbabwe, dan Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×