kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Kementerian Ekonomi Kreatif Apresiasi House of Rasa sebagai Pusat Inovasi F&B


Kamis, 16 Juli 2026 / 17:31 WIB
Kementerian Ekonomi Kreatif Apresiasi House of Rasa sebagai Pusat Inovasi F&B
ILUSTRASI. Direktur Kriya, Kuliner, Desain, dan Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu (KONTAN/Prayogi Ikhrawinata)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ekonomi Kreatif mengapresiasi langkah Rasa Group membangun House of Rasa sebagai pusat inovasi dan kolaborasi industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Kehadiran fasilitas tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat daya saing subsektor kuliner melalui hilirisasi produk serta pengembangan merek lokal.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Ganti Untung Lahan untuk Masyarakat di Blok Abadi Masela

Direktur Kriya, Kuliner, Desain, dan Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengatakan, Indonesia tidak hanya membutuhkan perusahaan yang mampu memproduksi barang, tetapi juga pelaku usaha yang membangun ekosistem inovasi dengan mempertemukan industri, komunitas, UMKM, hingga talenta kreatif.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rasa Group atas kehadiran House of Rasa. Tempat ini kami lihat bukan hanya sebagai kantor pusat, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan industri F&B, pelaku kreatif, UMKM, hingga komunitas dalam satu ekosistem," ujar Yuke saat peresmian House of Rasa, Kamis (16/7/2026).

Yuke mengungkapkan, subsektor kuliner masih menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif dengan kontribusi sekitar 41%. Bersama subsektor fesyen serta televisi dan radio, ketiganya menyumbang sekitar 69,44% terhadap PDB ekonomi kreatif nasional.

Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi produk lokal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi berbagai inovasi, tetapi juga mampu melahirkan merek-merek nasional yang berdaya saing di tingkat regional maupun global.

Baca Juga: META: Industri Infrastruktur Masih Prospektif, Optimalisasi Aset Jadi Kunci

Menurut Yuke, Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem seperti House of Rasa, termasuk melalui penguatan perlindungan kekayaan intelektual dan peningkatan daya saing produk kreatif Indonesia.

"Kami ingin melihat House of Rasa menjadi pintu yang melahirkan national heroes yang nantinya berprestasi menjadi global champions," katanya.

Dalam keterangan resminya, Rasa Group menyebut House of Rasa dikembangkan sebagai Innovation & Collaboration Hub yang menyediakan berbagai fasilitas riset, pelatihan, pengembangan produk, hingga kolaborasi bisnis.

Melalui pusat inovasi tersebut, perusahaan berharap dapat mempercepat lahirnya inovasi di industri F&B sekaligus memperluas peluang produk dan merek lokal Indonesia menembus pasar global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×