kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kementerian ESDM gandeng Petrokimia Gresik dan IPB kembangkan EOR


Senin, 13 Juli 2020 / 14:07 WIB
Kementerian ESDM gandeng Petrokimia Gresik dan IPB kembangkan EOR
ILUSTRASI. Ilustrasi PR Kementerian ESDM. KONTAN/Baihaki/20/10/2016


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng PT Petrokimia Gresik dan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) - Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam upaya pengembangan dan riset teknologi Enchanced Oil Recovery (EOR).

Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan pembahasan lanjutan akan segera dilakukan oleh pihak terkait. "Pembahasan mendetail akan segera dilakukan tim teknis," ungkap Dadan, dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Senin (13/7).

Baca Juga: Pemerintah suntik PLN Rp 9,6 triliun untuk modal kerja

Sementara itu, Koordinator Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Teknologi Eksploitasi PPPTMGB "LEMIGAS", Usman Pasarai menjelaskan, PPPTMGB "LEMIGAS" telah lama mengembangkan surfaktan untuk EOR dalam upaya meningkatkan produksi lapangan minyak.

Metode ini berfungsi menurunkan tegangan antar muka air-minyak. Minyak yang terperangkap di batuan dapat terlepas setelah didorong oleh larutan surfaktan yang memenuhi kriteria EOR. Ketika terlepas dari batuan dan membentuk mikroemulsi, minyak akan mudah diproduksi dan dipisahkan dari air saat di permukaan.

Usman melanjutkan, PPPTMGB "LEMIGAS" saat ini tengah melakukan riset injeksi kemikal EOR untuk Lapangan Jirak milik Pertamina EP.

Para peneliti KP3 Teknologi Eksploitasi terus melakukan uji kinerja kemikal EOR dalam peningkatan produksi minyak skala laboratorium, untuk memastikan implementasi EOR di lapangan berjalan baik. Ia pun memastikan, PPPTMGB "LEMIGAS" juga memiliki laboratorium pendukung penelitian untuk keperluan analisa batuan, minyak dan air formasi lapangan target.

Baca Juga: Segudang pekerjaan rumah menanti, penetapan Dirjen Minerba baru jangan berlarut

Asal tahu saja, metode EOR sebelumnya pernah sukses dilakukan di lapangan minyak Duri, Provinsi Riau. Lapangan yang mulai beroperasi sejak 1954 ini pernah mengalami puncak produksi 65 MBOPD pada tahun 1964 dan setelah itu turun secara signifikan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×