kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kemtan diminta koordinasi dengan petani hadapi paceklik


Rabu, 03 Oktober 2018 / 17:57 WIB
ILUSTRASI. Kekeringan akibat kemarau


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Presiden Peternak Layer (ayam petelur) Nasional Ki Musbar Mesdi pun mengungkap kegundahannya. Kemarau panjang  menurutnya memberikan efek domino kepada para peternak karena menurunnya jumlah panen berdampak pada tingginya harga jagung di pasaran.

"Terjadi penurunan suplai sekitar 20% dari produksi nasional," ujar Musbar.

Ia mempertanyakan tingginya target produksi jagung dari Kemtan. Karena pada kenyataannya, musim kemarau saat ini telah menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah.

Sementara target Kementan hanya didasarkan atas jumlah bibit yang ditebar dan luasan area tanam. "Tapi tidak semua wilayah ada airnya," tandas Musbar.

Bahkan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini menurutnya sangat berpotensi menyebabkan terjadinya gagal panen. Oleh karena itu Musbar menekankan perlunya perbaikan tata kelola termasuk distribusi komoditas pangan secara nasional.

Pemerintah seharusnya menyiapkan mesin-mesin pascapanen, salah satunya mesin pengering, di daerah sentra produksi komoditas pangan. Dengan demikian, dapat di distribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. "Tapi sayangnya sistem distribusi belum baik," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×