kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kemtan: Kita tidak rugi stop impor sapi Australia


Kamis, 05 Maret 2015 / 17:14 WIB
Kemtan: Kita tidak rugi stop impor sapi Australia
ILUSTRASI. Promo Hypermart Dua Mingguan Periode 14-27 September 2023.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah mulai melakukan diversifikasi impor sapi. Jika selama ini bergantung kepada Australia, kini pemerintah mulai menjajaki kerjasama impor dengan Selandia Baru. 

Syukur Iwantoro, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kemtan), mengatakan, secara bertahap pemerintah berencana mengurangi ketergantungan impor sapi dari Australia. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu hubungan dagang antar negara terganggu.

"Negosiasi saat ini tengah dilakukan dengan Selandia Baru. Kita tidak rugi apa-apa kok jika Australia menghentikan pengiriman ke Indonesia. Justru kita terpacu untuk tingkatkan produksi sapi lokal," kata Syukur, Kamis (5/3). 

Ia mengatakan, kualitas dan harga sapi impor asal Australia juga sama dengan sapi asal Selandia Baru. Misalnya harga untuk bibitnya Rp 40 juta per ekor.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan izin impor sapi bakalan sebanyak 100.00 ekor untuk kuartal I-2015. 

Impor sapi bakalan dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jabodetabek dan sebagian Sumatera Utara. Sedangkan kebutuhan di wilayah lain di Indonesia sudah dapat dipenuhi oleh pasokan sapi lokal.

Menurut perhitungan, stok sapi bakalan 261.000 ekor sebenarnya masih cukup untuk kebutuhan Jabodetabek dan sebagian Sumatera Utara sampai 6 bulan ke depan. Sebab jumlah sapi bakalan setara dengan 48.000 ton daging sapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×