Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) melakukan gerakan tanam padi serentak di seluruh Indonesia pada awal Desember 2015.
Kemtan menargetkan, sampai akhir tahun ini dapat menanam padi di atas lahan seluas 3 juta hektare (ha) hingga 3,5 juta ha. Sementara target tanam Oktober 2015 sampai menjelang masa panen Maret 2016 seluas 9 juta ha.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, target penanaman padi hingga 3,5 juta ha sampai akhir 2015 merupakan target yang realistis.
Pasalnya, selama setahun pertama pemerintahan ini sudah membagikan 80.000 alat sistem pertanian (alsintan) ke seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, sudah ada juga perbaikan irigasi lebih dari 2 juta ha. "Kami targetkan jumlah tambah tanam tahun depan lebih tinggi dari tahun ini," ujar Amran, Selasa (8/12).
Amran menjelaskan, hingga saat ini, standing crop atau padi yang sudah tanam seluas 3,78 ha di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut akan terus berubah karena ada yang dipanen dan ada yang ditanam.
Untuk menggenjot produksi tahun depan, Kemtan akan membagikan sebanyak 100.000 unit alsintan lagi. Kemtan juga akan mendorong pengembangan padi hibrida dan padi unggulan lainnya.
Dirjen Tanaman Pangan Kemtan Hasil Sembiring menambahkan, sampai awal Desember 2015 ini, tercatat sudah ada sekitar 2 juta ha padi yang ditanam.
Dengan pertimbangan tersebut, maka sampai akhir Desember 2015, penanaman padi di seluruh Indonesia bisa mencapai 3 juta hingga 3,5 juta ha.
"Nanti angka pastinya baru bisa kita ketahui sekitar tanggal 25 setiap bulannya," tutur Hasil.
Hasil optimistis target penanaman padi seluas 9 juta ha ini merupakan masa tanam Oktober Maret (Okmar). Biasanya tiap tahun, untuk penanaman padi Okmar sebesar 60% dari target penanaman sepanjang tahun, dan sisanya 40% lagi untuk ditanam di bulan April-September (Apsep).
Ia optimistis bila tahun depan tidak ada El Nino yang parah, maka target tersebut pasti tercapai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












