kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kereta cepat butuh pasokan listrik 75-100 megawatt


Kamis, 21 Januari 2016 / 11:55 WIB
Kereta cepat butuh pasokan listrik 75-100 megawatt


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kereta cepat koridor Jakarta-Bandung segera dibangun. Untuk menggerakkan kereta itu dibutuhkan tenaga listrik sebesar 75-100 megawatt.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiyawan di sela acara peletakan batu pertama kereta cepat di Kebun Teh Mandalawangi Maswati, Kecamatan Cikalingwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016). 

"Untuk itu, rencananya KCIC bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan direncanakan dalam jangka panjang akan membangun power plant sendiri untuk memastikan tidak ada gangguan pasokan listrik saat kereta beroperasi," ucapnya. 

Kereta cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu, Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar dengan jarak tempuh 140,9 km. 

Di setiap stasiun, akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung. 

"Di Walini, misalnya akan dibangun Kota Baru Walini dan di Tegalluar juga dibangun kawasan industri berbasis IT," ucapnya. 

Kereta cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan investasi 5,573 miliar dolar AS tanpa menggunakan APBN dan jaminan pemerintah. Investasi ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema business to business. 

"Setelah groundbreaking, kita langsung melakukan pengerjaan konstruksi. Ini kita lakukan untuk mengejar target konstruksi tuntas 2018, sehingga kereta cepat sudah beroperasi tahun 2019," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×