kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kertas Leces gandeng perusahaan grafika


Kamis, 10 Januari 2013 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Sinopsis & jadwal Tokyo Revengers episode 24: Kemunculan Hanma saat rapat, ada apa?


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Produsen kertas, PT Kertas Leces (Persero) teken kerjasama menyuplai kertas dengan Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI). Penandatanganan kerjasama dilakukan di Kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Kamis (10/1).

Dalam kontrak tersebut PT Kertas Leces berkomitmen menyuplai 70.000 ton kertas per tahun ke anggota PPGI di seluruh Indonesia. "Untuk awal kontraknya setahun, kalau lancar ya mungkin seterusnya," kata Jimmy Juneanto, Presiden PPGI saat jumpa pers.

Namun Jimmy enggan menjelaskan berapa jumlah nilai kontrak kerjasama tersebut. Jimmy menjelaskan, kerjasama ini hanya dapat menjamin kebutuhan 2.400 anggota aktif PPGI. "Selain jaminan suplai, kerjasama ini juga menjamin kualitas dan harga dari kertas tersebut.

Syarif Hidayat, Direktur Keuangan PT Kertas Leces mengatakan, dalam kerjasama ini, instansinya akan menyuplai berbagai jenis kebutuhan kertas PPGI. "Dari kertas untuk buku bacaan sampai untuk kertas kemasan," ujarnya.

Syarif juga bilang kerjasama ini bagian dari memulihkan kembali jalur distribusi kertas perusahaan pelat merah tersebut yang selama ini terputus. "Seperti kita tahu, dua tahun lalu Kertas Leces berhenti beroperasi sehingga jalur  distribusi yang sudah ada diambil pihak lain," kata Syarif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×