kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Industri Baja di Banten Masih Beroperasi Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau


Selasa, 08 September 2026 / 19:41 WIB
Industri Baja di Banten Masih Beroperasi Normal di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ILUSTRASI. Baja Krakatau Steel (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas industri baja di Provinsi Banten. Operasional pabrik dan rantai pasok industri baja masih berjalan normal.

Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Harry Warganegara mengatakan, belum menerima laporan mengenai gangguan signifikan terhadap kegiatan produksi industri baja di Banten akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Sejauh informasi yang kami terima, belum terdapat laporan mengenai gangguan signifikan terhadap aktivitas produksi industri baja di Banten akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun sebaran abu vulkanik. Kegiatan produksi pada umumnya masih berjalan normal," ujar Harry kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).

Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu dipantau. Pasalnya, intensitas dan arah sebaran abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi mengganggu kegiatan operasional apabila aktivitas erupsi meningkat.

Baca Juga: Industri Baja RI Hadapi Tiga Lapis Hambatan Perdagangan Global

Dari sisi rantai pasok, IISIA juga belum menerima laporan gangguan besar terhadap operasional pabrik, distribusi bahan baku, pengiriman produk maupun aktivitas logistik industri baja.

Namun, abu vulkanik tetap berpotensi menghambat kegiatan logistik apabila mengganggu akses jalan, jarak pandang, aktivitas pelabuhan, serta transportasi darat dan laut.

"Pelaku industri terus memantau kondisi jalur distribusi dan menyesuaikan kegiatan logistik apabila diperlukan," jelas Harry.

Sementara itu, sejumlah langkah antisipasi mulai dilakukan pelaku industri. Salah satu produsen baja di Cilegon, misalnya, melakukan pembersihan area yang terdampak abu vulkanik serta mengukur konsentrasi debu menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS).

Baca Juga: Kebutuhan Baja RI Diproyeksi 100 Juta Ton pada 2045, Utilisasi Industri Masih Rendah

Perusahaan juga menginstruksikan pekerja yang melakukan aktivitas di area luar ruangan untuk menggunakan masker. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi lingkungan kerja sekaligus keselamatan pekerja selama paparan abu vulkanik masih berlangsung.

Pasokan dan harga

IISIA menilai kondisi saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pasokan maupun harga baja di pasar domestik. Struktur rantai pasok dan sumber produksi industri baja yang cukup luas membuat gangguan di satu kawasan belum secara langsung memicu gangguan pasokan secara nasional.

Kendati demikian, risiko terhadap rantai pasok tetap terbuka apabila gangguan berlangsung dalam waktu lama dan berdampak terhadap produksi, distribusi maupun aktivitas pelabuhan.

Dalam kondisi tersebut, biaya logistik berpotensi meningkat dan memberikan tekanan terhadap rantai pasok industri baja. Dampaknya terhadap ketersediaan dan harga produk baja akan bergantung pada skala serta durasi gangguan.

"Apabila gangguan berlangsung cukup lama dan berdampak signifikan terhadap produksi, distribusi, atau aktivitas pelabuhan, maka dapat terjadi peningkatan biaya logistik dan tekanan terhadap rantai pasok," kata Harry.

Baca Juga: Industri Baja Nasional Masih Tertekan, Utilisasi Produksi Baru 52,7%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×