kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

KKP belum mengeluarkan rekomendasi tambahan buat impor garam industri


Kamis, 15 Maret 2018 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Pembuatan Garam Gandu Tradisional


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengeluarkan rekomendasi tambahan untuk impor garam industri.

"KKP belum memberikan rekomendasi tambahan untuk impor garam bagi kebutuhan industri," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi kepada KONTAN, Kamis (15/3).

Sebelumnya, Brahmantya bilang KKP sudah mengeluarkan rekomendasi sejak Januari 2018. Rekomendasi tersebut dikeluarkan sebesar 1,8 juta ton.

Rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan neraca garam nasional. Hal tersebut melihat potensi prediksi garam nasional serta kebutuhan industri dan konsumsi.

KKP memperkirakan produksi garam rakyat tahun 2018 dapat mencapai angka 1,5 juta ton. Hal itu disepakati oleh Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI), Jakfar Sodikin.

"Produksi garam petani rakyat belum termasuk PT Garam dapat mencapai 1,5 juta ton," terang Jakfar.

Namun, panen garam baru akan terlaksana pada bulan Juni. Sementara stok garam saat ini pun dinilai masih kurang untuk kebutuhan.

"Stok hanya sekitar 100.000 dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan," jelas Jakfar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×