kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.883   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

GAPMMI belum dapat respons dari KKP terkait impor garam


Kamis, 15 Maret 2018 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. GARAM IMPOR


Reporter: | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengungkapkan belum ada pembahasan mengenai rekomendasi impor garam dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Sampai saat ini belum ada panggilan dari KKP terkait pembahasan impor garam," ujar Ketua GAPMMI Adhi Lukman kepada Kontan.co.id, Kamis (15/3).

Oleh karena itu, hingga saat ini industri aneka pangan belum mendapatkan pasokan garam. Padahal, stok garam industri aneka pangan saat ini sudah menipis.

Bahkan Adhi bilang sekitar lima pabrik industri biskuit, makanan ringan, dan mie instan telah berhenti produksi. Bahkan terdapat pabrik yang stoknya tinggal dua minggu lagi. "Ini masa sulit industri aneka pangan karena ketidakpastian bahan baku," terang Adhi.

Kebutuhan garam industri aneka pangan berdasarkan pendataan sebesar 535.000 ton. Dari data kebutuhan tersebut telah diputuskan melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas) sebesar 460.000 ton.

Garam yang digunakan oleh industri aneka pangan dinilai memiliki kualifikasi tertentu. Hal tersebut belum bisa dipenuhi oleh garam dari produksi lokal.

"Tidak ada stok garam hasil petani lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri," jelas Adhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×