kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Konflik Timur Tengah Bisa Berdampak ke Industri Properti, Ini Segmen yang Rentan


Rabu, 04 Maret 2026 / 13:28 WIB
Konflik Timur Tengah Bisa Berdampak ke Industri Properti, Ini Segmen yang Rentan
ILUSTRASI. Kawasan perkantoran di Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik Timur Tengah yang tengah memanas dinilai dapat menjadi sentimen negatif ke industri properti domestik, khususnya untuk beberapa segmen.

Head of Research Services Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, konflik yang melibatkan Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran ini memang bukan faktor langsung yang menentukan arah pasar properti Indonesia. 

"Namun, konflik yang memanas berpotensi menjadi katalis eksternal melalui jalur harga energi, inflasi, nilai tukar, dan suku bunga," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).

Ferry mengungkap, beberapa segmen properti dinilai lebih sensitif terhadap kondisi saat ini. Di antaranya, segmen apartemen kelas menengah atas yang saat ini masih banyak dibeli oleh investor, serta properti yang pembeliannya bersifat spekulatif.

Baca Juga: FIF Bukukan Laba Bersih Rp4,63 Triliun pada 2025

Selain itu, pengembang dengan leverage tinggi atau yang menggunakan utang dalam porsi besar dibandingkan modal sendiri untuk membiayai proyeknya, juga dinilai rentan terhadap ketidakpastian global.

Lebih lanjut, Ferry melihat hotel berbasis Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dan pusat perbelanjaan juga sensitif. Mengingat, kinerja segmen ini sangat bergantung pada konsumsi dan aktivitas bisnis.

"Segmen menengah ke bawah juga relatif rentan karena sangat sensitif terhadap kenaikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan inflasi kebutuhan pokok," ujarnya.

Di lain sisi, Ferry melihat segmen rumah tapak cenderung lebih resilien. Menurutnya, rumah tapak yang dibeli untuk kebutuhan hunian (end-user driven) cenderung mampu bertahan karena permintaannya berbasis kebutuhan dasar, bukan spekulasi.

Meskipun tetap dipengaruhi kondisi permintaan global, menurutnya kawasan industri manufaktur riil juga cenderung lebih stabil, khususnya jika didukung investasi jangka panjang.

Ferry memperkirakan, selama konflik tak berkembang menjadi krisis energi global berkepanjangan, dampaknya ke sektor properti Indonesia bersifat moderat dan temporer.

"Segmen berbasis kebutuhan (end-user driven) akan relatif lebih resilien. Sementara, segmen investor-driven dan struktur pembiayaan yang agresif memerlukan kewaspadaan lebih tinggi," pungkas Ferry.

Baca Juga: Pertamina Siapkan Jalur Alternatif Pasokan Minyak dari Timur Tengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×