Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Federal International Finance (FIF), anak usaha Astra di bawah Astra Financial, membukukan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut tumbuh 4,92% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 2024 yang sebesar Rp4,42 triliun.
Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan dan jumlah unit yang dibiayai. Hingga akhir kuartal IV 2025, nilai penyaluran pembiayaan FIF mencapai Rp49,45 triliun atau naik 7,64% yoy. Sejalan dengan itu, jumlah unit yang dibiayai tercatat 3,39 juta unit, meningkat 4,85% yoy.
Direktur FIF, Valentina Chai mengatakan, kinerja tersebut didukung oleh kontribusi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian yang diraih perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF sebagai solusi finansial pilihan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Pop Culture Jadi Strategi Baru FIF GROUP Gaet Generasi Muda di IMOS 2025
Dari sisi aset, Net Service Asset (NSA) FIF tumbuh 14,38% yoy menjadi Rp53,44 triliun pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan tersebut berasal dari kontribusi seluruh lini bisnis pembiayaan perseroan.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh operasional lima layanan pembiayaan, yakni FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk pembiayaan produk elektronik dan perabot rumah tangga, serta DANASTRA untuk pembiayaan multiguna.
Selain itu, FINATRA berfokus pada pembiayaan mikro produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sementara AMITRA melayani pembiayaan syariah untuk Haji dan Umrah.
Baca Juga: Astra Dukung Peran Produk Lokal di Investor Daily Summit 2025
Valentina menambahkan, perseroan terus mengoptimalkan seluruh lini pembiayaan guna menjaga pertumbuhan kinerja.
“Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia, kami optimistis untuk terus memberikan layanan terbaik dari seluruh layanan pembiayaan kami yang diperkuat dengan value chain serta digitalisasi,” katanya.
Dari sisi kualitas aset, FIF mampu menjaga rasio Non-Performing Financing (NPF) nett pada level 0,20% hingga akhir 2025. Rasio tersebut mencerminkan kondisi keuangan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi nasional.
Ke depan, FIF menyatakan akan terus mengandalkan inovasi produk dan penguatan layanan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut diharapkan mampu menopang kinerja perusahaan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Baca Juga: UMKM Binaan Astra Catatkan Transaksi Rp 70,79 miliar di Trade Expo Indonesia 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












