kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Konsumen Selektif Belanja, Transaksi E-Commerce Jelang Lebaran Tumbuh Moderat


Minggu, 08 Maret 2026 / 15:09 WIB
Konsumen Selektif Belanja, Transaksi E-Commerce Jelang Lebaran Tumbuh Moderat


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi online pada periode Ramadan dan jelang lebaran 2026 diperkirakan bergerak lebih moderat dibanding dengan periode tahun sebelumnya.

"Transaksi online tetap diperkirakan tumbuh, namun dalam laju yang lebih moderat dibanding periode sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi kepada Kontan, Jumat (6/3/26).

Heru menilai, laju transaksi online yang moderat ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang masih tertekan akibat inflasi dan penyesuaian harga pokok. Kondisi ini membuat konsumen lebih selektif dalam bertransaksi dan memprioritaskan kebutuhan penting saat Ramadan.

Baca Juga: KAI Catat 625.231 Tiket Terjual, Beberapa Tanggal Favorit Hampir Penuh

Hal serupa juga ditegaskan oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan menilai salah satu faktor yang mendorong aktivitas transaksi e-commerce melaju moderat adalah adanya perubahan perilaku konsumen.

"Masyarakat tetap berbelanja online, tapi sekarang cenderung lebih terencana dan rasional," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (7/3/26).

Menurut Budi, kebutuhan rumah tangga yang kian meningkat membuat konsumen lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Akibatnya, pola belanja berubah menjadi kombinasi antara berbelanja di toko online dan offline. Banyak konsumen mencari informasi atau membandingkan harga produk di platform digital, namun transaksi tetap dilakukan di toko fisik.

Di sisi lain, baik Heru maupun Budi sepakat bahwa pelaku usaha kini lebih selektif dalam menjalankan promosi dan kampanye.

Pelaku usaha maupun marketplace lebih menekankan keberlanjutan bisnis dibanding sekadar mengejar pertumbuhan transaksi. Langkah ini membuat lonjakan transaksi lebih terkendali dibandingkan saat e-commerce masih agresif dalam memberi insentif berupa diskon atau subsidi ongkos kirim kepada konsumen.

Adapun makanan dan minuman, fesyen, kebutuhan rumah tangga, hampers, dan hadiah disebut menjadi penopang pertumbuhan transaksi online pada waktu Ramadan.

Baca Juga: Prabowo Minta Menteri ESDM Genjot PLTS dan Konversi Motor Listrik dalam 3–4 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×