Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bulan suci Ramadan membuka peluang bagi pelaku industri untuk meningkatkan kinerja dan pertumbuhan. Tahun lalu, pesanan penjual yang ikut kampanye Ramadan Ekstra Seru di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat dua kali lipat. Ekonom memprediksi konsumsi tetap stabil tahun ini, sementara berbagai brand berhasil mencatat pencapaian positif berkat strategi pemasaran yang tepat.
Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia, menekankan pentingnya pengalaman Jualan Nyaman agar penjual dapat fokus berinovasi dan melayani pelanggan, menjadikan Ramadan sebagai momentum pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan. “Kami berharap Ramadan dapat menjadi momentum pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam ekosistem digital yang aman dan terpercaya," kata Stephanie dalam keterangannya, Senin (2/3).
Pengalaman sukses sejumlah brand, termasuk Bittersweet by Najla, Kurma Alif, Royal Canin Indonesia, LEGO ID Official Distributor, dan PS Enterprise Official, tercatat dalam Perpustakaan Studi Kasus Tokopedia & TikTok Shop, sebagai referensi bagi pelaku usaha dan praktisi pemasaran.
Bittersweet by Najla misalnya, mengadopsi strategi trinity, mengoptimalkan produk, konten video, dan alat pemasaran. Startegi tersebut alhasil mendorong kenaikan transaksi hingga 7 kali lipat. Brand ini juga membuat produk khusus Ramadan dengan kemasan yang lebih kokoh dan desain tematik sehingga meningkatkan daya tarik.
Baca Juga: Ini Strategi Agar UMKM Panen Cuan di Tokopedia dan TikTok Shop Selama Ramadan
Selain itu, Bittersweet by Najla juga melakukan sesi LIVE hingga 7 jam per hari dipimpin pemilik brand, bekerja sama dengan kreator ternama untuk memperluas jangkauan dan membangun kepercayaan.
“Kami percaya Ramadan bukan hanya soal volume penjualan, tetapi soal relevansi dan momentum. Dengan menghadirkan produk eksklusif, sesi LIVE yang konsisten, dan dukungan alat pemasaran dari Tokopedia dan TikTok Shop, kami berhasil menciptakan lonjakan pertumbuhan,” ujar Pemilik Bittersweet by Najla, Najla Bisyir.
Sementara Kurma Alif memanfaatkan momentum Ramadan dengan memusatkan penjualan pada Kurma Safiya, meski sebelumnya menjual berbagai produk makanan dan minuman. Strategi ini mendorong kenaikan penjualan sebesar 247%, dengan 90% berasal dari affiliate content creator.
Kampanye bertema 'Persiapan Ramadan', dukungan fitur TikTok Shop by Tokopedia seperti SiapStok, dan sesi LIVE masif meningkatkan awareness dan konversi. Menurut Mutiara Nisa Rozdianda, pemilik Kurma Alif, pengaturan fase kampanye yang progresif menjadi kunci pertumbuhan selama Ramadan.
Baca Juga: TikTok Shop Perkuat Ekosistem Fesyen Lokal Jelang Ramadan
Sementara itu, Royal Canin Indonesia membuktikan bahwa pemasaran berbasis komunitas efektif, dengan sekitar 200 affiliate content creator dan jadwal LIVE intens 8–10 jam per hari, menghasilkan pertumbuhan penjualan 356%.
Strategi bundling seperti Kitten Starter Bundle dan Wet Food Set mempercepat keputusan pembelian sekaligus meningkatkan nilai pesanan rata-rata. LEGO ID Official Distributor memanfaatkan bundling dan buy one get one (B1G1) untuk mendorong transaksi 52%. “Ini didukung kampanye Super Brand Day dan KOL untuk memperluas jangkauan serta engagement, bahkan mencapai target penjualan 198%,” kata E-commerce Manager LEGO ID Official Distributor, Nikken.
Adapun PS Enterprise Official memanfaatkan Ramadan dengan strategi flash sale harga termurah dan penempatan iklan utama di Tokopedia, didukung ekosistem afiliasi dan full-funnel advertising. Pendekatan ini mendorong penjualan naik 42% dan bahkan melampaui target 117% tahun lalu, membuktikan fokus pada momen belanja besar efektif untuk skala bisnis e-commerce.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












