kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Nilai Transaksi E-Commerce Ramadan di Tahun Ini Lebih Moderat, Tapi Lebih Sehat


Kamis, 05 Maret 2026 / 18:17 WIB
Nilai Transaksi E-Commerce Ramadan di Tahun Ini Lebih Moderat, Tapi Lebih Sehat


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memproyeksikan kinerja perdagangan elektronik pada periode Ramadan–Lebaran tahun ini tetap positif, meski laju pertumbuhannya diperkirakan lebih moderat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan mengatakan, Ramadan dan Lebaran hampir selalu menjadi puncak transaksi (peak season) bagi e-commerce. Namun, pola belanja masyarakat kini semakin mengarah pada integrasi kanal digital dan fisik.

“Momentum Ramadan dan Lebaran hampir selalu menjadi peak season bagi e-commerce. Tahun ini outlook-nya masih positif. Kami juga melihat pola belanja masyarakat semakin online–offline sekaligus. Banyak konsumen mencari produk dan promo di platform digital, tetapi sebagian transaksi tetap terjadi di toko fisik,” ujar Budi kepada Kontan, Kamis (5/3).

Baca Juga: Strategi Mandom Indonesia (TCID) Optimalkan Penjualan Kosmetika Saat Ramadan

Dari sisi kategori produk, tren belanja dinilai relatif konsisten. Segmen fesyen, beauty & personal care, makanan-minuman, serta kebutuhan rumah tangga masih menjadi penopang utama transaksi selama Ramadan. Selain itu, terjadi peningkatan minat pada produk hampers atau gifting, home living, serta aksesori gadget untuk kebutuhan Lebaran dan berbagi hadiah.

Terkait target pertumbuhan industri, idEA menilai arah ekspansi akan lebih sehat dan terukur. Fokus pelaku industri tidak lagi semata mengejar volume transaksi, melainkan kualitas pertumbuhan.

“Dengan dinamika daya beli dan persaingan antarplatform, pertumbuhan industri tahun ini kemungkinan tetap ada namun lebih moderat dan sehat. Fokusnya bukan hanya pada volume transaksi, tetapi juga pada repeat purchase, nilai keranjang belanja yang stabil, serta efisiensi promosi bagi platform dan seller,” jelas Budi.

Adapun tantangan utama industri e-commerce masih berkutat pada keseimbangan antara agresivitas promosi dan keberlanjutan bisnis. Kenaikan biaya logistik dan operasional menjelang Lebaran juga menjadi perhatian, seiring lonjakan volume pengiriman.

Di sisi lain, peluang dinilai tetap terbuka lebar dengan berkembangnya fitur dan kanal penjualan baru, seperti live commerce, video commerce, serta program afiliasi yang membantu penjual menjangkau konsumen lebih luas.

“Secara umum, Ramadan tetap menjadi momentum penting bagi ekosistem digital. Selain mendorong transaksi, periode ini juga menunjukkan bagaimana platform digital dapat membantu UMKM dan seller menjangkau pasar yang lebih luas dengan lebih cepat,” pungkasnya.

Baca Juga: Gas Natuna Siap Mengalir! Proyek Lapangan Mako Pasok 111 MMSCFD ke PLN EPI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×