kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Konsumsi premium turun 2,4% di Jabodetabek


Kamis, 28 Juni 2012 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan logo Bank Rakyat Indonesia BRI di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah optimistis langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dijalankan mulai awal Juni lalu sukses berjalan mulus.

Setidaknya, pemerintah bisa menyaksikan adanya penurunan konsumsi BBM subsidi yakni premium sebanyak 2,4% di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

"Mendekati penjualan satu bulan sudah kelihatan penurunan penjualan di Jabodetabek sebesar 2,4 %," kata Jero Wacik, Menteri Energi Sumber Daya Mineral di kantor Presiden, Kamis (28/6).

Sementara itu, konsumsi BBM non subsidi jenis pertamax milik Pertamina naik 8,5%. Menurut Jero, angka pemakaian pertamax tersebut menunjukkan adanya pergeseran konsumsi BBM subsidi ke BBM non subsidi. "Ini baru angka sebulan, kalau terus-menerus tentu akan bagus," katanya.

Selain itu, Jero mengklaim, sudah tidak ada lagi antrean panjang BBM khususnya di Kalimantan. Hal ini terjadi karena, pemerintah telah menambah pasokan BBM non subsidi ke daerah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×