kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Kontainer Langka, GPEI: Biaya Logistik Melonjak Hingga 30%


Rabu, 25 Maret 2026 / 16:55 WIB
Kontainer Langka, GPEI: Biaya Logistik Melonjak Hingga 30%
ILUSTRASI. GPEI bilang biaya logistik melonjak 15%-30% akibat kelangkaan.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) mengakui adanya tekanan pada aktivitas ekspor akibat kelangkaan kontainer yang terjadi belakangan ini.

Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno mengatakan, kondisi tersebut membuat permintaan kontainer untuk ekspor lebih tinggi dibandingkan ketersediaannya di lapangan.

“Kontainer memang mengalami kekurangan sehingga permintaan untuk ekspor lebih banyak dibanding yang tersedia,” ujar Benny, kepada KONTAN, Rabu (25/3/2026). 

Baca Juga: Penjualan Ban Bridgestone Naik hingga 10% pada Periode Lebaran 2026

Selain keterbatasan kontainer, biaya logistik turut mengalami kenaikan. Menurut Benny, kenaikan biaya angkutan laut baik untuk skema full container load (FCL) maupun less container load (LCL) berada di kisaran 15% hingga 30%. 

Naiknya biaya logistik juga didorong oleh faktor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan imbas dari kondisi perang yang terjadi 

Meski demikian, GPEI menilai keterlambatan dalam proses bongkar muat di pelabuhan masih dapat diantisipasi. Benny menegaskan bahwa aktivitas tersebut tetap berjalan sesuai perencanaan.

“Keterlambatan bongkar muat masih terlaksana baik karena sudah kita rencanakan,” katanya.

Terkait potensi kehilangan order dari pembeli luar negeri, GPEI memastikan bahwa hingga saat ini belum ada risiko signifikan yang dihadapi eksportir. Sebagai langkah antisipasi, para eksportir melakukan penyesuaian dengan pembeli, terutama dalam hal kesepakatan pengiriman.

Adapun, untuk memperbaiki kelancaran logistik di pelabuhan, GPEI memberikan rekomendasi agar jumlah hari libur untuk angkutan dari dan menuju pelabuhan dapat dikurangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×