kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Penjualan Ban Bridgestone Naik hingga 10% pada Periode Lebaran 2026


Rabu, 25 Maret 2026 / 16:52 WIB
Penjualan Ban Bridgestone Naik hingga 10% pada Periode Lebaran 2026
ILUSTRASI. Pabrik Ban Bridgestone (Dok/Bridgestone Indonesia)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bridgestone Tire Indonesia mencatat kenaikan kinerja penjualan ban pada momen Ramadan dan Lebaran 2026 dibandingkan periode normal maupun tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, mengungkapkan bahwa permintaan ban pada periode tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga 10% dari periode normal. 

“Sementara dibandingkan tahun lalu, peningkatannya berada di kisaran 7,5% sampai 10%,” ujar Mukiat, kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3). 

Mukiat menyebut, tren permintaan tahun ini berbeda dengan Lebaran 2025 yang cenderung datar. Saat itu, kenaikan penjualan hanya terjadi sebelum Lebaran, namun tidak berlanjut saat periode Lebaran berlangsung.

Baca Juga: Prabowo Soroti Impor Kakao Tinggi, Pengusaha: Minimnya Kakao Fermentasi Jadi Hambatan

Sebaliknya pada 2026, permintaan ban tetap kuat baik menjelang maupun selama Lebaran.

Dari sisi segmen, pertumbuhan penjualan ditopang oleh pasar original equipment manufacturer (OEM) domestik serta replacement market yang sama-sama mencatatkan kinerja positif.

“Hanya saja, untuk OEM ekspor ada sedikit gangguan akibat tensi di Timur Tengah,” tuturnya.

Dari sisi pasokan, perusahaan memastikan tidak ada kendala berarti. Namun, tantangan lebih banyak muncul pada distribusi, terutama menjelang Lebaran lantaran adanya pembatasan operasional truk. 

“Tapi distribusi memang agak kejar-kejaran waktu karena adanya pembatasan operasional truk sebelum Lebaran, sehingga kami harus mengatur keseimbangan antara stok dan pengiriman ke distributor maupun toko,” tambah Mukiat.

Di sisi lain, Bridgestone Indonesa juga menyoroti ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong penguatan dolar AS terhadap rupiah serta meningkatkan biaya logistik dan bahan baku ban. 

Menurutnya, meskipun sekitar 45% bahan baku sudah berasal dari dalam negeri, sebagian besar komponen utama seperti karet alam dan karet sintetis masih berbasis dolar AS.

Selain itu, jalur distribusi global juga terdampak karena kapal harus menghindari wilayah tertentu, yang pada akhirnya mendorong kenaikan biaya transportasi.

“Rute pengiriman menjadi lebih terbatas sehingga ongkos logistik meningkat. Ini juga berpotensi mengganggu ketersediaan material,” katanya.

Untuk menghadapi tekanan tersebut, Bridgestone mengedepankan strategi menjaga keseimbangan antara volume penjualan dan profitabilitas.

Baca Juga: Avtur Diprediksi Naik Usai Lebaran, Risiko Tekan Kinerja Maskapai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×