kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kuartal I-2024, Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Lesu


Senin, 27 Mei 2024 / 06:55 WIB
Kuartal I-2024, Kinerja Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Lesu
ILUSTRASI. Proyek properti yang dikembangkan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) telah melaporan kinerja keuangan kuartal I-2024. RISE membukukan penurunan kinerja, baik dari sisi perolehan pendapatan maupun laba bersih. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Minggu (26/5), pendapatan usaha RISE di kuartal I-2024 menurun 7,36% year on year (yoy) dari Rp 64,22 miliar menjadi  Rp 59,50 miliar. 

Pendapatan usaha RISE berasal dari kontribusi dari penjualan kepada pihak ketiga yang meliputi penjualan gudang dan rumah ruko sebesar Rp 2,90 miliar serta rumah senilai Rp 4,68 miliar. 

Baca Juga: Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Bukukan Penurunan Kinerja pada Kuartal I-2024

Kemudian ada juga pendapatan dari pihak pihak ketiga, terdiri atas pendapatan hotel Rp 43,61 miliar dan pendapatan sewa Rp 5,37 miliar. 

Pundi-pundi rupiah juga didapatkan RISE dari pendapatan sewa dari pihak berelasi senilai Rp 2,93 miliar. 

Turunnya pendapatan usaha membuat beban pokok pendapatan ikut menyusut 2,76% yoy menjadi Rp 33,14 miliar. Sehingga menghasilkan penurunan laba bersih 12,56% yoy menjadi Rp 26,35 miliar. 

 

Pada saat yang sama, RISE mampu memangkas beban penjualan sebanyak 37,31%. Angkanya tercatat menjadi Rp 5,07 miliar dibandingkan Rp 8,08 miliar pada posisi yang sama tahun lalu. 

Baca Juga: Pendapatan Delta DJakarta (DLTA) Lesu di Kuartal I-2024, Ini Penjelasan Manajemen

Di sisi lain, beban umum dan administrasi justru meningkat 9,56% yoy menjadi Rp 23,30 miliar. 

Hingga akhir periode kuartal I-2024, laba tahun berjalan RISE yang dapat diatribusikan kepoada pemilik entitas induk mengalami penurunan 44,69% yoy, dari Rp 1,53 miliar di kuartal I-2023 menjadi Rp 849,09 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×