kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kurangi karyawan, Lion Group hanya operasikan maksimal 15% kapasitas normal


Minggu, 05 Juli 2020 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat pesawat penumpang Lion Air yang dijadikan pesawat kargo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020). Lion Air Group akan kembali beroperasi melayani rute domestik. Seluruh anggota Lion Air Group, yakni Lion Air,


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Noverius Laoli

Ia melanjutkan, strategi atau upaya perseroan yang diterapkan dalam mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi pandemi COVID-19 sudah dijalankan sejak Februari. Sampai saat ini, langkah tersebut juga masih dijalankan oleh Lion Group.

"Kami jalankan cash conservation mode, melakukan kontrol biaya yang ketat secara internal, seperti pemberhentian sementara untuk memperkerjakan karyawan baru, tidak ada perpanjangan atas sewa pesawat yang akan kadaluarsa, melakukan negosiasi terhadap lessor [penyewa] pesawat untuk pengurangan biaya sewa," jelasnya.

Baca Juga: Pengumuman! Lion Air PHK karyawan dan pilot asing

Danang sendiri menolak memberikan komentar terkait insentif pemerintah terhadap maskapai penerbangan swasta.

"Pandemi COVID-19 mengakibatkan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Padahal, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat. Tetapi, kami masih belum bisa memberikan keterangan mengenai insentif," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×