kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,60   -28,13   -2.92%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih Turun pada 2022, Simak Penjelasan Kobexindo Tractors (KOBX)


Minggu, 16 April 2023 / 19:36 WIB
Laba Bersih Turun pada 2022, Simak Penjelasan Kobexindo Tractors (KOBX)
ILUSTRASI. Suasana booth PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) dalam pameran Mining Indonesia di Jakarta, Rabu (14/9/2022).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) menyebut ada dua faktor penyebab penurunan laba bersih yang dialami distributor alat berat tersebut pada tahun 2022. 

Sebagaimana yang diketahui, pendapatan bersih KOBX naik 41,23% year on year (YoY) menjadi US$ 168,52 juta pada 2022. Sayangnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk KOBX turun 69,23% (YoY) menjadi US$ 4,16 juta. 

Martio, Wakil Presiden Direktur Kobexindo Tractors mengatakan, ada dua faktor utama di balik penurunan laba bersih perusahaan tersebut, yakni rugi kurs dan perubahan metode pencatatan akuntansi nilai properti investasi. 

Baca Juga: Segmen Penjualan Suku Cadang Turut Menjadi Pendongkrak Kinerja Kobexindo Tahun 2022

KOBX menggunakan mata uang dolar AS dalam penyajian laporan keuangan karena sebagian besar transaksi perusahaan dengan pihak prinsipal menggunakan mata utang tersebut. Sesuai regulasi, KOBX menggunakan patokan kurs tengah Bank Indonesia. 

Sepanjang 2022 terjadi pelemahan nilai tukar rupiah sehingga pada saat akhir tahun kurs tengah BI tampak lebih tinggi ketimbang awal tahun. "Alhasil, terjadi kerugian kurs yang merupakan kerugian, yang sebagian besar belum terealisasikan (unrealized loss)," ujar dia, Jumat (14/4). 

Baca Juga: Optimistis, Kobexindo Tractors (KOBX) Kerek Target Pendapatan Naik 40% di Tahun Ini

Martio menambahkan, koreksi laba bersih terjadi karena pada 2021 lalu KOBX mengubah metode pencatatan akuntansi nilai properti investasi berdasarkan nilai pasar terkini, sehingga terjadi keuntungan sebesar US$ 7,20 juta, dibandingkan dengan kerugian nilai properti investasi tahun 2022 senilai US$ 220.00. Realisasi ini lebih rendah karena lonjakan penyesuaian nilai terkini sudah dilakukan pada 2021 sedangkan pada 2022 valuasi dalam rupiah tersebut sudah disesuaikan dengan kurs tengah BI, sehingga terlihat gap cukup besar. 

Lantas, KOBX mengklaim bahwa kinerja secara operasional berupa penjualan dikurangi biaya-biaya pada dasarnya tetap  baik. Adapun untuk tahun buku 2023, KOBX akan menggunakan mata uang rupiah dalam pelaporan keuangan. Hal ini karena sebagian besar transaksi KOBX kini sudah menggunakan mata uang rupiah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×