Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencetak pertumbuhan kinerja keuangan pada periode sembilan bulan pertama 2026. Laba bersih emiten penyediaan jasa pertambangan ini meningkat sekitar 53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year on year (yoy).
Pendapatan MYOH naik 8,88% (yoy) dari US$ 122,19 juta menjadi US$ 133,05 juta hingga September 2026. Pada periode yang sama, MYOH mampu memangkas biaya pokok pendapatan sebanyak 1,95% (yoy) dari US$ 100,57 juta menjadi US$ 98,60 juta.
Hasil tersebut mendongkrak perolehan laba bruto MYOH sebanyak 59,34% (yoy) dari US$ 21,62 juta menjadi US$ 34,45 juta. MYOH membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 17,47 juta, tumbuh 52,97% dibandingkan capaian US$ 11,42 juta pada periode sembilan bulan 2025.
Secara bottom line, MYOH membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 17,36 juta hingga September 2026. Laba bersih MYOH meningkat 52,95% dibandingkan raihan US$ 11,35 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Corporate Secretary Samindo Resources , Ahmad Zaki Natsir mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja MYOH ditopang oleh penguatan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama MYOH. Mulai dari pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batubara (coal getting), hingga pengangkutan batubara (coal hauling) yang secara konsisten melampaui target rencana kerja (business plan) tahun berjalan.
Hingga September 2026, realisasi overburden (OB) removal MYOH mencapai 28,32 juta bank cubic meter (bcm). Meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 23,04 juta bcm, sekaligus melampaui target rencana kerja, yakni sebesar 25,59 juta bcm atau 11% di atas target.
Sejalan dengan OB removal, volume coal getting tumbuh 11% menjadi 4,20 juta ton dibandingkan 3,76 juta ton pada periode sembilan bulan 2025. Hasil ini melampaui target rencana kerja sebesar 3,73 juta ton atau sekitar 13% di atas target.
Tren positif tersebut turut diikuti segmen coal hauling yang mencatatkan volume angkut sebesar 18,24 juta ton, tumbuh dari realisasi 17,71 juta ton pada periode tahun sebelumnya sekaligus melampaui target rencana kerja. Zaki mengatakan, capaian operasional di atas target tersebut didukung oleh kondisi cuaca tambang yang lebih kondusif dengan jam hujan yang lebih rendah serta optimalisasi jarak angkut (hauling distance) di pit tambang yang lebih pendek.
Penguatan kinerja operasional MYOH juga didorong oleh peningkatan ketersediaan armada alat berat (truck availability) serta keberhasilan mempertahankan zero fatality. "Performa operasional yang tangguh di lapangan berdampak langsung pada pertumbuhan top-line dan bottom-line Perseroan," kata Zaki melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (2/11/2026).
Zaki menjelaskan, pendapatan konsolidasi MYOH pada periode sembilan bulan 2026 melampaui target rencana kerja. Kontributor utama kenaikan pendapatan berasal dari segmen overburden removal & coal getting yang melesat 22% menjadi US$ 79,98 juta dibandingkan US$ 65,56 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Kontributor utama pendapatan MYOH lainnya adalah segmen coal hauling yang tumbuh menjadi US$ 32,86 juta, serta jasa pengeboran, eksplorasi dan lainnya yang meningkat 15% menjadi US$ 1,68 juta. Sementara itu, efisiensi jarak angkut dan pengendalian biaya perawatan armada pada segmen coal hauling, serta turunnya beban segmen sewa kendaraan, membuat beban pokok pendapatan berhasil turun sekitar 2% .
Hasil tersebut mendongkrak perolehan laba MYOH. Secara konsolidasi, Zaki menyoroti net profit MYOH yang mencapai US$ 17,47 juta, melampaui target laba di rencana kerja yang tercatat sebesar US$ 14,89 juta atau sekitar 17% di atas target. "Lonjakan laba bersih hingga Kuartal III 2026 mencerminkan disiplin eksekusi yang kuat dari seluruh tim," ujar Zaki.
Dia membeberkan, MYOH mengoptimalkan kesiapan alat berat, memaksimalkan cuaca kerja yang kondusif, serta menjaga efisiensi biaya operasional di lapangan. "Dengan beroperasinya tambahan unit heavy dump truck baru serta adanya tambahan volume kontrak kerja sebesar 1 juta bcm untuk overburden dan 1 juta ton untuk batubara dari klien utama, kami sangat optimistis tren pertumbuhan positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," tutup Zaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














