Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melanjutkan tren pertumbuhan pada kuartal III 2026. Perusahaan tercatat membukukan laba sebesar Rp1,46 triliun, naik 9,8% secara tahunan (yoy) dibandingkan 1,31 triliun.
Kenaikan tersebut sejalan dengan kinerja pendapatan perusahaan yang tercatat Rp 9,10 triliun, atau lebih tinggi 1,8% dari Rp 8,94 triliun per kuartal III-2025.
Segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama kinerja perusahaan, dengan kontribusi sebesar Rp 8 triliun atau sekitar 88% dari total pendapatan.
Baca Juga: B50 Menopang Harga, Kinerja Dharma Satya (DSNG) Bergantung Efisiensi dan Operasional
Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo menyampaikan kinerja positif pada kuartal ini banyak didukung oleh peningkatan harga jual rata -rata di hampir seluruh segmen bisnis, terutama produk -produk kelapa sawit.
“Selain itu, kebijakan deleveraging Perseroan turut memberikan kontribusi positif terhadap laba dengan semakin turunnya biaya keuangan,” ujar Andrianto, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Di tengah fenomena El -Nino yang saat ini melanda Indonesia, khususnya di Kalimantan, perkebunan perusahaan ikut terdampak dengan menurunnya volume produksi tandan buah segar (TBS).
DSNG mencatat, produksi TBS pada kuartal III tercatat mengalami penurunan sebesar 5.7% QoQ dari kuartal sebelumnya, sedangkan total produksi TBS hingga kuartal III-2026 sebesar 1,5 juta ton mengalami penurunan 4,3% YoY dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, volume produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil /CPO) mencapai 451 ribu ton, turun 1,5% YoY, dan volume produksi inti sawit ( palm kernel /PK) tercatat sebesar 85 ribu ton, turun 1% YoY.
Baca Juga: Ini Efek Karhutla Terhadap Kinerja Dharma Satya (DSNG)
Hingga kuartal III 2026, DSNG juga mencatatkan peningkatan oil extraction rate (OER) menjadi 23,73%. Kualitas CPO tetap terjaga, tercermin dari penurunan kadar asam lemak bebas ( free fatty acid/FFA) menjadi 2,95%, dibandingkan 3,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada segmen produk kayu, harga jual rata -rata yang baik belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap kontribusi pendapatan perusahaan, seiring volume penjualan yang masih terbatas khususnya pada produk engineered flooring.
Menurutnya, kondisi pasar di Eropa dan Amerika Utara juga masih lesu, sehingga menyebabkan penyerapan produk engineered flooring belum optimal.
“Di sisi lain, pasar Asia menunjukkan pemulihan secara bertahap, tercermin dari peningkatan volume penjualan produk panel kayu dari waktu ke waktu,” sebutnya.
Baca Juga: El Niño Mengintai, Saham Dharma Satya (DSNG) Dinilai Masih Menarik dan Undervalued
Sementara itu, pada segmen energi terbarukan, volume penjualan pelet kayu (wood pellet ) meningkat 34% YoY yang juga diikuti dengan peningkatan harga jual rata -rata sebesar 3% YoY.
Perkembangan ini mendukung peningkatan kontribusi segmen energi terbarukan terhadap kinerja Grup DSNG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














