kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lahan pinggiran Jakarta dikuasai pengembang besar, apakah harga rumah tambah mahal?


Rabu, 18 Juli 2018 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Perumahan Pinggir Jakarta


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lahan-lahan di pinggiran Jakarta mulai dari wilayah Barat, Selatan hingga Timur sudah dikuasai oleh perusahaan ataupun pengembang besar. Masing-masing, mencaplok lahan dalam jumlah yang jumbo.

Lahan-lahan besar itu akan dikembangkan menjadi kawasan kota mandiri atau township. Namun, penguasaan lahan yang sangat besar yang dilakukan pengembang atau perusahaan besar itu bisa memicu kenaikan harga hunian jauh lebih cepat di wilayah pinggiran.

Kebanyakan pengembang besar ini membanderol harga hunian lebih mahal dengan alasan investasi yang akan mereka gelontorkan untuk membangun infrastrutur kawasan cukup besar. Di sisi lain, pengembang kecil disekitarnya juga berpotensi ikut-ikutan mengerek harga.

Contohnya, Millenium City di Parung Panjang Kabupaten. Kota Mandiri baru yang diluncurkan oleh PT Hanson International Tbk (MYRX) bersama dengan Century Properties Group, perusahaan milik konglomerat Tan Kian.

Township yang rencananya akan dikembangkan seluas 3.000 hektare (ha) itu telah resmi diluncurkan pada April 2018 lalu. Mereka meluncurkan hunian dengan harga mulai Rp 600 jutaan untuk tipe luas bangunan 60 meter persegi (m²) dan luas tanah 70 m².

Apakah dengan kehadiran pengembang-pengembang besar tersebut akan semakin menyulitkan masyarakat berkantong cekak untuk mendapatkan hunian? Harga-harga hunian di pinggiran Jakarta juga sudah semakin mahal.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×