kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Lahan sawah yang terendam banjir semakin luas


Selasa, 04 Februari 2014 / 18:17 WIB
Lahan sawah yang terendam banjir semakin luas
ILUSTRASI. Ketua Federal Reserve Jerome Powell diproyeksi kembali kerek suku bunga di pertemuan bulan ini


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Luas lahan sawah yang terendam air atau mengalami banjir di musim hujan 2013/2014 terus bertambah. Per 16 Januari lalu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian mencatat sekitar 333.000 hektare (ha) lahan sawah padi terendam banjir.

Namun, jumlah tersebut kini meningkat menjadi 359.000 ha, skala nasional. Namun Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan, Anggoro Udhoro Kasih mengatakan, potensi puso alias gagal panen masih di bawah 1%.

"Sekarang ini total puso sekitar 40.000 ha, per 16 Januari 2014. Itu termasuk gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT)," kata Anggoro usai melakukan rapat dengar pendapat di Komisi IV DPR, hari ini (4/2).

Dia bilang, puso tertinggi pernah terjadi pada 2011 dengan total lahan puso sekitar 130.000 ha. Jika dibandingkan tahun lalu, Anggoro mengakui banjir tahun ini lebih besar. "Banjir (saat ini) lebih besar, tapi yang kita hitung pusonya," imbuh dia.

Untuk mengantisipasi kegagalan panen dan memperbaiki penanaman, pemerintah telah memiliki cadangan benih nasional (CBN) yang siap disalurkan begitu lahan yang rusak telah terdata. CBN ini, padi khususnya, kata Anggoro berjumlah sekitar 134.000 ton benih.

Dengan asumsi tiap ha sawah memerlukan benih sebanyak 25 kilogram, maka setidaknya CBN padi yang ada mampu memenuhi kebutuhan penanaman 536.000 ha sawah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×