kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.103   23,00   0,13%
  • IDX 5.424   36,14   0,67%
  • KOMPAS100 701   4,61   0,66%
  • LQ45 546   1,66   0,30%
  • ISSI 186   2,61   1,42%
  • IDX30 305   -0,12   -0,04%
  • IDXHIDIV20 401   1,82   0,46%
  • IDX80 81   0,38   0,47%
  • IDXV30 112   1,21   1,09%
  • IDXQ30 101   0,16   0,16%

Lahan sawah yang terendam banjir semakin luas


Selasa, 04 Februari 2014 / 18:17 WIB
ILUSTRASI. Ketua Federal Reserve Jerome Powell diproyeksi kembali kerek suku bunga di pertemuan bulan ini


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Luas lahan sawah yang terendam air atau mengalami banjir di musim hujan 2013/2014 terus bertambah. Per 16 Januari lalu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementrian Pertanian mencatat sekitar 333.000 hektare (ha) lahan sawah padi terendam banjir.

Namun, jumlah tersebut kini meningkat menjadi 359.000 ha, skala nasional. Namun Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kemtan, Anggoro Udhoro Kasih mengatakan, potensi puso alias gagal panen masih di bawah 1%.

"Sekarang ini total puso sekitar 40.000 ha, per 16 Januari 2014. Itu termasuk gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT)," kata Anggoro usai melakukan rapat dengar pendapat di Komisi IV DPR, hari ini (4/2).

Dia bilang, puso tertinggi pernah terjadi pada 2011 dengan total lahan puso sekitar 130.000 ha. Jika dibandingkan tahun lalu, Anggoro mengakui banjir tahun ini lebih besar. "Banjir (saat ini) lebih besar, tapi yang kita hitung pusonya," imbuh dia.

Untuk mengantisipasi kegagalan panen dan memperbaiki penanaman, pemerintah telah memiliki cadangan benih nasional (CBN) yang siap disalurkan begitu lahan yang rusak telah terdata. CBN ini, padi khususnya, kata Anggoro berjumlah sekitar 134.000 ton benih.

Dengan asumsi tiap ha sawah memerlukan benih sebanyak 25 kilogram, maka setidaknya CBN padi yang ada mampu memenuhi kebutuhan penanaman 536.000 ha sawah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×