kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Lakukan efisiensi, Garuda Indonesia tawarkan pensiun dini hingga fokus bisnis kargo


Selasa, 28 Juli 2020 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia. Babak belur terhantam pandemi, ini sejumlah langkah efisiensi yang dilakukan Garuda Indonesia (GIAA). REUTERS/Darren Whiteside/File Photo


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Pihaknya juga melakukan percepatan masa kontrak bagi beberapa karyawan berstatus PKWT, tetapi haknya tetap dibayarkan hingga tuntas.

Menurutnya, pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan opsi terakhir. Irfan pun menegaskan yang dapat menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut adalah penumpang. "Pemerintah ketika membantu dengan dana talangan itu cuma sementara yang akan memastikan bahwa Garuda bisa cepat recovery penumpang, itulah yang selalu kami kampanyekan," papar Irfan.

Baca Juga: Sri Mulyani guyur Rp 16,5 triliun pinjaman untuk DKI Jakarta dan Jabar

Ia mengaku, saat ini perseroan kesulitan untuk menormalkan jumlah penumpang. Meski belakangan ini sudah ada peningkatan, tapi tidak seperti kondisi normal. Titik terparah adalah pada bulan Mei lalu.

Menurut Irfan, kemampuan grup mempertahankan kelangsungan usahanya dan menghadapi sejumlah tantangan eksternal akan bergantung pada kemampuan menghasilkan arus kas yang cukup sehingga dapat membayar liabilitas tepat waktu dan mematuhi syarat dan ketentuan perjanjian kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×