kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Lapangan Forel dan Terubuk Diresmikan, Produksi Minyak Bakal Tumbuh 20 Ribu Barel


Jumat, 16 Mei 2025 / 17:01 WIB
Lapangan Forel dan Terubuk Diresmikan, Produksi Minyak Bakal Tumbuh 20 Ribu Barel
ILUSTRASI. Proyek Lapangan minyak forel dan terubuk di Wilayah Kerja (WK) South Natuna Sea Block B, Kepulauan Riau diresmikan hari ini, Jumat (16/5).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Lapangan minyak forel dan terubuk di Wilayah Kerja (WK) South Natuna Sea Block B, Kepulauan Riau diresmikan hari ini, Jumat (16/5). 

Menteri Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kedua proyek ini akan menambah produksi minyak sebesar 20 ribu barel per hari (BPH). 

"Selain 20 ribu barel minyak per hari, ada juga potensi produksi gas sebesar 60 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dari blok ini,” ucap Bahlil katanya dalam peresmian di pantau daring, Jumat (16/5). 

Baca Juga: Tingkatkan Lifting Migas, Proyek Sumur Natuna Milik Medco Akan Diresmikan Besok

Bahlil memprediksi dengan tambahan ini, Indonesia bisa surplus gas jika produksi mulai beroperasi di tahun depan. 

Dengan begitu, pemerintah bisa mulai mengarahkan fokusnya pada pencapaian target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari, yang ditargetkan terwujud pada 2029-2030. 

Baca Juga: Ada Proyeksi Defisit Pasokan Gas, Menteri Bahlil: 2026-2027 Lifting Migas Mulai Naik

Asal tahu saja, upacara peresmian digelar di lokasi proyek yang berjarak 60 mil dari daratan laut. Bahlil menyebut proyek lifting minyak itu menjadi yang terjauh di Indonesia. 

Adapun investasi kedua proyek ini mencapai US$ 600 juta dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 2300 orang pada masa konstruksi. 

Bahlil menegaskan proyek yang di bangun di lapangan minyak Natuna tersebut seluruhnya dikelola oleh rakyat Indonesia. Mulai dari perusahaan, pekerja, hingga kapal buatan Indonesia. 

"Proyek ini mempunyai nilai strategis karena yang punya adalah anak kandung daripada Republik Indonesia, pekerjanya juga semua anak-anak negara Republik Indonesia, termasuk kapal FPSO-nya pertama juga adalah buatan 100% TKDN Indonesia. Jadi semuanya adalah anak-anak dari Republik," paparnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×