Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) memproyeksikan produksi pakan ternak bisa tumbuh sekitar 5% hingga 6% di sepanjang 2020 karena ada angin segar yang menggairahkan industri ini.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo menyatakan pertumbuhan produksi pakan ternak bisa tumbuh hingga 6% di sepanjang 2020 karena adanya peningkatan konsumsi protein hewani. Adapun potensi produksinya bisa mencapai 20,67 juta ton.
Baca Juga: Langkah Sierad Produce (SIPD) mengimpor bahan baku di tengah penguatan rupiah
"Saat ini kebutuhan protein hewani dari daging dan telur ayam sebesar 65%, sentimen baik lainnya adalah prospek makroekonomi yang diperkirakan tumbuh sekitar 5% dan tingkat konsumsi ayam dan telur yang masih rendah di Indonesia," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/1).
Desianto menjelaskan lebih rinci tingkat konsumsi ayam dan telur Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga yakni Malaysia.
Menurut data yang dihimpun GPMT, konsumsi ayam Indonesia saat ini sekitar 13,5 kilogram per kapita/tahun, sedangkan Malaysia konsumsinya 44 kilogram per kapita/tahun.
Baca Juga: Malindo Feedmill (MAIN) bidik pertumbuhan laba 15% tahun 2020
Adapun untuk konsumsi telur, Indonesia baru 130 butir per kapita/tahun, sedangkan Malaysia 330 butir telur perkapita/tahun.
Adanya konsumsi yang rendah, Desianto bilang peluang konsumsi masyarakat Indonesia masih potensial. Ditambah juga harga ayam dan telur yang terjangkau serta penerimaan masyarakat akan daging ayam yang luas.
Walaupun ada banyak katalis positifnya bukan berarti industri polutry akan mulus. Salah satu tantangan yang harus dihadapi industri pakan ternak sudah mulai di awal tahun ini.
Baca Juga: Virus corona menyengat IHSG, ini kata analis MNC Sekuritas
Dunia digegerkan dengan wabah 2019-nCoV atau virus Corona Wuhan yang membuat perekonomian global diproyeksikan melambat.
Desianto bilang proyeksi perlambatan ekonomi global mungkin saja berpengaruh terhadap daya beli masyarakat tapi tidak signfikan.
"Mengingat 93% pakan yang diproduksi untuk ayam. Adapun ayam memberikan kontribusi signifikan terhadap konsumsi protein hewani bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.
Baca Juga: Harga saham longsor di pekan lalu, ini PER dan PBV saham emiten poultry dan ayam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













