kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Lewat Festival Jejak Jajanan Nusantara, Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem UMKM


Jumat, 06 Maret 2026 / 20:57 WIB
Lewat Festival Jejak Jajanan Nusantara, Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem UMKM


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar resmi membuka Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). 

Festival kuliner yang berlangsung hingga 8 Maret ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus melestarikan kekayaan kuliner Nusantara.

Muhaimin mengatakan, Jejak Jajanan Nusantara merupakan contoh kolaborasi berbagai pihak—pemerintah, BUMN, komunitas, hingga pelaku usaha—untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Waskita Toll Road Perkuat Infrastruktur dan Layanan Tol

“Selain menghadirkan ragam kekayaan rasa yang cocok jadi menu buka bersama, kita juga mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan aset pemerintah yang strategis, ini intinya,” kata Muhaimin di GBK, Jumat (6/3/2026).

Ia menilai masih banyak aset milik pemerintah pusat, daerah maupun BUMN yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal ruang tersebut dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha kecil untuk bertemu konsumen dan memperluas usaha.

“Banyak tempat-tempat idle yang selama ini tidak dioptimalkan padahal banyak pelaku usaha kecil menengah koperasi mikro terutama sangat-sangat membutuhkan sarana untuk bertemu dengan para konsumen,” ujarnya.

Festival Jejak Jajanan Nusantara juga menjadi langkah awal menuju program Pasar 1001 Malam yang bertujuan memanfaatkan ruang publik dan aset pemerintah sebagai tempat aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, festival ini juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan UMKM, salah satunya melalui booth Klinik UMKM yang memberikan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha.

Baca Juga: Proyek Jalan Hankam IKN Garapan Wijaya Karya (WIKA) Capai Progres 62,83%

Platform marketplace kecerdasan buatan (AI) untuk UMKM, MWX, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan memberikan demonstrasi penggunaan teknologi AI untuk membantu operasional bisnis.

Learning & Development Lead MWX, Kreshna Manggala Putra mengatakan, partisipasi MWX di festival ini bertujuan mendorong adopsi teknologi digital di kalangan pelaku UMKM.

“Targetnya memang harus diakui kita meningkatkan adopsi. Kita ingin meningkatkan adopsi. Jadi kita berharap UMKM itu bisa terbangun kesadarannya akan pentingnya AI untuk menunjang bisnis mereka,” ujarnya.

Melalui booth Klinik UMKM, MWX memperkenalkan berbagai solusi AI yang dapat digunakan untuk pembuatan konten promosi, otomasi layanan pelanggan, riset pasar sederhana hingga pencatatan keuangan dasar.

Menurut Kreshna, teknologi AI dapat menjadi alat penting bagi UMKM untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Karena kan kita menyadari kalau di pasar Indonesia itu juga enggak cukup. Padahal nantinya kita juga pengen cita-citanya itu UMKM itu bisa naik kelas. Syukur-syukur bisa ke pasar global juga. Nah, apa kuncinya AI? Kuncinya AI itu alat penentu mereka bisa mengakselerasi itu semua,” jelasnya.

Baca Juga: Proyek Jalan Hankam IKN Garapan Wijaya Karya (WIKA) Capai Progres 62,83%

Saat ini MWX menyediakan lebih dari 20 solusi AI untuk kebutuhan bisnis UMKM, mulai dari pembuatan konten, iklan digital, laporan keuangan hingga analisis data.

Platform tersebut menawarkan layanan dengan harga sekitar Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per aplikasi per bulan. Khusus selama Ramadan, MWX memberikan potongan harga hingga 30% bagi pengguna baru.

“Jadi kalau untuk MWX Indonesia di harga pasar ini kami menawarkan seharga Rp 80.000-100.000 per aplikasi per bulan. Nah, khusus di periode Ramadan ini kami memang menawarkan penawaran eksklusif dengan harapan UMKM bisa mengadopsi digital secara lebih masif,” kata Kreshna.

Selain itu, MWX juga menyediakan program uji coba gratis selama satu bulan bagi pelaku UMKM yang ingin mencoba aplikasinya.

“Untuk trial-nya satu bulan. Untuk spek dan fitur semua itu kita kasih. Hanya kredit saja yang dibatasi,” ujarnya.

Festival Jejak Jajanan Nusantara sendiri mengangkat tema “Rayakan Rasa, Berdayakan Negeri” dan menghadirkan berbagai kuliner khas Nusantara seperti selendang mayang, kerak telor, hingga aneka olahan kopi dari berbagai daerah di Indonesia. 

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap UMKM dapat memperluas jaringan pasar sekaligus memperkuat identitas kuliner Indonesia sebagai bagian dari ekonomi kreatif nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×