kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Listrik dari PLTA Kayan Hydro Energy (KHE) Ditargetkan Bisa Disalurkan ke IKN


Kamis, 30 Mei 2024 / 20:43 WIB
Listrik dari PLTA Kayan Hydro Energy (KHE) Ditargetkan Bisa Disalurkan ke IKN
Lokasi?proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air milik PT Kayan Hydro Energy (KHE), di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Kamis, (30/5/2024).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - BULUNGAN. PT Kayan Hydro Energy (KHE) menargetkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau PLTA Kayan Cascade yang terletak di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) dapat disalurkan atau digunakan di Ibu Kota Negara (IKN) yang berpusat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

“Target (IKN), salah satunya iya. Kan kita ditanya, kalau harus mendukung IKN, ya jawabannya mesti siaplah,” ungkap Steven Kho selaku Eksekutif Komite dari KHE saat ditemui Kontan dalam acara syukuran PT Kayan Hydro Energy di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (30/05).

Untuk diketahui, tahap pembangunan PLTA akan dibagi menjadi 5 tahap. Di mana tahap pertama berkapasitas 900 Megawatt (MW), tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW sehingga total kapasitas mencapai 9.000 MW.

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Tertarik Investasi di Proyek PLTA Milik Kayan Hydro Energy

Ia mengatakan IKN merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terbesar di Indonesia ditambah dengan adanya kawasan Industri yang terletak di sebelah timur, Kalimantan Utara. Sehingga dengan alasan ini KHE akan mendukung terlaksananya PSN tersebut jika dibutuhkan.

“Bendungan pertama kita 900 megawatt, kalau diminta semua ya kita sediakan. Jadi kalau diminta, bisa gak untuk memenuhi IKN dan sekitarnya, ya pasti siap,” tambah Steven.

Hingga kini, KHE hampir menyelesaikan tahap 1 dalam pembangunan PLTA yang diklaim akan menjadi PLTA dengan kapasitas terbesar se-Asia Tenggara ini.

“Untuk biaya tahap satu sekitar US$ 3 miliar-US$ 4 miliar (sekitar Rp 48,66 miliar hingga Rp 64,88 miliar, kurs: Rp 16.000). Ini estimasi ya,” ungkap Sapta Nugraha selaku Direktur Operasional KHE, dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Begini Tanggapan Kayan Hydro Energy Soal Minat Investasi dari Hashim Djojohadikusumo

Steven kemudian menambahkan, dana untuk tahap pertama ini berasal dari biaya internal KHE. Ia pun menambahkan pihaknya kini tengah mencari rekan atau partner untuk mengembangkan PLTA ke tahap selanjutnya.

“Mereka bisa masuk sebagai pemodal, atau misalnya partner kita punya keahlian lain seperti pengalaman, kita dengan senang hati. Atau keahlian dalam teknis, atau membawa dana murah, ya tidak apa juga, jadi dari segi apapun yang bisa membawa nilai tambah,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×