Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia meminta pemerintah memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional menyusul laporan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Ketua Umum HKI Indonesia Akhmad Ma'ruf Maulana mengungkapkan, pasokan listrik yang andal menjadi kebutuhan utama bagi kawasan industri. Gangguan kelistrikan, meski terjadi dalam durasi tertentu, berpotensi mengganggu proses produksi, distribusi barang hingga jadwal pengiriman kepada pelanggan.
"Kami menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis dapat terjadi. Namun yang penting adalah evaluasi dilakukan secara menyeluruh, perbaikan berjalan cepat dan langkah mitigasi ke depan semakin kuat," ujar Ma'ruf dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Jelang Libur Sekolah 2026, Tiket.com Genjot Promo Hotel Besar
Menurutnya, industri nasional saat ini tengah bergerak mendukung agenda hilirisasi, peningkatan ekspor, pembangunan pusat data hingga masuknya investasi baru di berbagai daerah. Seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang stabil dan andal.
Ma'ruf menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor saat menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi dinilai mampu memberikan rasa aman bagi dunia usaha dalam merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha jangka panjang.
Sebagai tindak lanjut, HKI telah menyampaikan surat kepada Menteri ESDM dengan tembusan kepada Direktur Utama PLN dan para gubernur di seluruh Indonesia.
Dalam surat tersebut, HKI mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan sistem kelistrikan, mulai dari aspek pembangkitan, transmisi, distribusi hingga kecukupan cadangan daya. HKI juga mendorong penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di kawasan industri strategis agar memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi.
Selain itu, HKI mengusulkan agar kawasan industri memperoleh prioritas penanganan ketika terjadi gangguan sistem. Pasalnya, kawasan industri merupakan pusat kegiatan produksi, ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun daerah.
"Kami berharap terdapat mekanisme koordinasi yang lebih cepat antara PLN dan pengelola kawasan industri ketika terjadi gangguan. Informasi yang akurat dan kepastian waktu pemulihan sangat membantu pelaku usaha dalam mengatur operasional mereka," katanya.
HKI juga mendorong percepatan pengembangan sistem cadangan, peningkatan kapasitas jaringan, pembangunan gardu induk di kawasan industri yang berkembang pesat, serta pemanfaatan teknologi pemantauan sistem yang lebih modern.
Baca Juga: ESDM dan PLN Gelar Rapat Maraton Imbas Isu Pemadaman Listrik Disejumlah Wilayah
Dalam jangka panjang, HKI memandang perlu adanya ruang yang lebih luas bagi pengembangan pembangkit mandiri (captive power), energi baru terbarukan (EBT), serta Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (Wilus) di kawasan industri tertentu guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Pertumbuhan industri Indonesia akan terus meningkatkan kebutuhan energi. Karena itu, sistem kelistrikan nasional perlu terus diperkuat agar mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha dan menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi," tutup Ma'ruf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













