Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) melakukan transaksi pembelian bahan baku nafta senilai sekitar US$ 25,29 juta atau setara Rp 443 miliar dari entitas afiliasi dalam satu grup usaha.
Transaksi tersebut dilakukan antara Lotte Chemical Titan (M) Sdn Bhd (LCTM) dengan LCI pada 17 April 2026. LCTM merupakan anak usaha dari Lotte Chemical Titan Holding Berhad (LCTH), sementara LCI juga merupakan entitas anak yang 51% sahamnya dimiliki LCTH.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (22/4/2026), manajemen menyebut transaksi ini tergolong sebagai transaksi pihak berelasi alias related party transaction (RPT).
Baca Juga: Industri Kendaraan Listrik Minta Daerah Tak Naikkan Pajak
Nilai kontrak pembelian nafta tersebut mencapai US$ 25,29 juta atau sekitar RM 103,7 juta, dengan harga yang ditetapkan mengacu pada harga pasar.
Manajemen menjelaskan, transaksi ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus memitigasi risiko operasional di tengah dinamika geopolitik global, termasuk penutupan Selat Hormuz akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak Februari 2026.
Dari sisi kinerja keuangan, LCTH memastikan transaksi ini tidak berdampak material terhadap laba per saham, aset bersih, struktur permodalan, maupun kepemilikan saham perusahaan pada tahun buku 2026.
Komite audit dan dewan direksi (di luar pihak yang memiliki kepentingan) menilai transaksi tersebut telah dilakukan secara wajar, menggunakan prinsip komersial normal, serta tidak merugikan pemegang saham minoritas.
Adapun rasio nilai transaksi ini terhadap aset bersih konsolidasi perusahaan tercatat sekitar 1,1%. Sementara jika digabungkan dengan transaksi afiliasi lain dalam 12 bulan terakhir, totalnya mencapai sekitar 1,102%.
Sepanjang 12 bulan terakhir, total transaksi dengan pihak berelasi dalam grup ini relatif kecil, yakni sekitar RM 150.396,86 atau setara kurang dari 0,01% terhadap aset bersih perusahaan. Transaksi ini juga tidak memerlukan persetujuan pemegang saham.
Baca Juga: Nusa Palapa Gemilang (NPGF) Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













