Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rumor mengenai langkah pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam untuk mengambil alih saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mulai memasuki tahap yang lebih konkret.
PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang berada dalam kelompok usaha Jhonlin milik Haji Isam, kini resmi menjadi calon pembeli sebagian saham BYAN yang dimiliki Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Perkembangan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement antara Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama.
Baca Juga: Low Tuck Kwong dan Putrinya Teken Perjanjian Jual Beli Saham BYAN ke Jhonlin Baratama
Berdasarkan keterbukaan informasi BYAN pada Kamis (17/9/2026), perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN kepada PT Jhonlin Baratama.
Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan transaksi tersebut belum serta-merta efektif karena masih harus memenuhi sejumlah kondisi pendahuluan yang disepakati para pihak.
"Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya seluruh syarat pendahuluan, PT Jhonlin Baratama akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa perseroan," kata Jenny, Kamis (17/9/2026).
Langkah ini menjadi perkembangan penting setelah kabar mengenai rencana akuisisi BYAN oleh Haji Isam sebelumnya ramai di pasar.
KONTAN pada Agustus lalu melaporkan adanya rumor bahwa Haji Isam akan mengambil alih sekitar 62% saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Baca Juga: Saham BYAN Anjlok 41% Sebulan, Dihantam Isu Akuisisi hingga Force Majeure
Rumor tersebut muncul setelah Haji Isam bersama Low Tuck Kwong dan pemilik PT Republik Korpora Indonesia Norman Joesoef terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
KONTAN juga mencatat bahwa rumor tersebut sempat menjadi salah satu sentimen yang menggerakkan saham BYAN. Namun, setelah itu saham BYAN justru mengalami tekanan.
Per 15 September 2026, harga saham BYAN telah turun sekitar 41% sejak 19 Agustus, di tengah sejumlah sentimen negatif yang membayangi saham tersebut.
Adapun PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari kelompok usaha Jhonlin yang dikaitkan dengan Haji Isam.
Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, Haji Isam disebut sebagai pengusaha yang dikabarkan menyiapkan akuisisi saham BYAN. Dengan adanya perjanjian bersyarat ini, nama Jhonlin Baratama kini muncul secara resmi sebagai calon pembeli saham dari keluarga Low Tuck Kwong.
Baca Juga: Haji Isam Dikabarkan Ajukan Tawaran US$ 3 Miliar untuk Akuisisi BYAN, Ini Kata Analis
Bayan Resources menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.
Di pasar saham, BYAN ditutup menguat 1,14% ke Rp11.525 per saham pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Meski demikian, secara year to date harga saham BYAN masih melemah 26,59%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














