kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Travel Umrah Indonesia Tetap Berjalan di Tengah Eskalasi Konflik Arab Saudi


Kamis, 17 September 2026 / 21:00 WIB
Travel Umrah Indonesia Tetap Berjalan di Tengah Eskalasi Konflik Arab Saudi
ILUSTRASI. Pelaku usaha perjalanan umrah dari Indonesia masih menjalankan operasional keberangkatan jemaah ke Arab Saudi (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha perjalanan umrah dari Indonesia masih menjalankan operasional keberangkatan jemaah ke Arab Saudi meski situasi keamanan di kawasan tersebut tengah menjadi perhatian menyusul eskalasi konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi.

Direktur Nasuha Travel and Tour H. Firmansyah mengatakan, perkembangan tersebut memang menimbulkan rasa cemas bagi masyarakat maupun jemaah yang sedang berada di Tanah Suci dan calon jemaah yang akan berangkat. Namun, kondisi tersebut belum berdampak langsung terhadap operasional perjalanan umrah yang dijalankan perusahaannya.

“Eskalasi konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali menimbulkan rasa cemas dan was-was, terutama bagi masyarakat serta jamaah yang sedang berada maupun yang akan melakukan perjalanan ke Tanah Suci, namun semua aman-aman saja,” ujar Firmansyah kepada KONTAN, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut perlu dipantau secara berkala, terutama karena sejumlah wilayah Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan keamanan. Pada 15 September 2026, otoritas Saudi menyatakan telah mencegat sebuah drone yang diluncurkan dari arah Yaman sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar Makkah.

Baca Juga: Hartadinata Abadi (HRTA) Pertahankan Target 2026, Pendapatan Tumbuh 45%-60%

Firmansyah mengatakan, kedekatan geografis antara Taif dan Makkah juga menjadi salah satu perhatian dalam memantau perkembangan situasi. Namun, hal tersebut belum menjadi kendala bagi perjalanan jemaah.

“Jarak Taif ke Makkah dengan jarak tempuh sekitar dua sampai tiga jam, jadi tidak ada masalah,” katanya.

Dia menambahkan, sejauh informasi yang diterima pihaknya, belum terdapat larangan dari otoritas Arab Saudi yang menghentikan kedatangan jemaah umrah dari Indonesia. Pihak travel juga masih memantau informasi dari perwakilan Indonesia di Arab Saudi serta Kementerian Luar Negeri.

“Belum ada travel warning dari pihak Arab Saudi dan pihak KJRI belum ada surat larangan datang ke Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri juga sama, belum ada surat yang sifatnya penting dan urgent untuk datang ke Arab Saudi,” jelas Firmansyah.

Baca Juga: Restitusi Rp 800 Miliar Tertahan, Brantas Abipraya Waspadai Penyelesaian Proyek

Meski demikian, Nasuha Travel tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memantau perkembangan keamanan dan informasi resmi dari otoritas terkait. Menurut Firmansyah, kondisi keamanan menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan travel dalam memastikan perjalanan jemaah tetap berjalan.

Di sisi lain, laporan mengenai serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah Arab Saudi membuat pelaku usaha perjalanan umrah perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan. Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan keamanan yang mencakup Makkah dan Jeddah setelah serangkaian serangan.

“Jadi kita tetap melihat perkembangan situasi dan mengikuti informasi dari pihak-pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×